Gunung Ibu Erupsi 4 Kali dalam Sepekan, Radius 3,5 Km Ditutup

Gunung Ibu di Halmahera Barat kembali erupsi pada Senin (19/10/2026) dengan durasi 39 detik.
Penulis: Wahyu
Senin, 19 Oktober 2026 | 11:40:31 WIB

KILASKINI.COM — Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali erupsi pada Senin (19/10/2026) pukul 11.07 WIT dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi 39 detik. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Level II Waspada dan melarang aktivitas dalam radius 2 kilometer serta perluasan sektoral 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah utara. Erupsi tercatat empat kali dalam sepekan terakhir, menjadikan Gunung Ibu salah satu gunung api paling aktif di Indonesia sepanjang 2026.

Erupsi tersebut menjadi yang keempat dalam sepekan terakhir. Tingkat aktivitas Gunung Ibu kini berada di Level II Waspada. Pengamatan kegempaan sepanjang 19 Oktober 2026 pukul 00.00-23.59 WIT mencatat 101 kali gempa letusan dengan amplitudo 15-28 milimeter dan lama gempa 31-69 detik.

Selain gempa letusan, petugas mencatat 1 kali gempa guguran beramplitudo 3 milimeter selama 43 detik serta 3 kali gempa hembusan dengan amplitudo 4-7 milimeter dan lama gempa 32-41 detik.

Zona Larangan dan Radius Aman

PVMBG menghimbau masyarakat di sekitar Gunung Ibu dan pengunjung atau wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif. Larangan diperluas secara sektoral hingga 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara.

Bagi traveler yang sedang merencanakan perjalanan ke Halmahera Barat, aturan ini berlaku tanpa pengecualian, termasuk untuk pendakian dan aktivitas fotografi lanskap. Informasi terkini soal perluasan radius dapat dikonfirmasi melalui pos pengamatan gunung api setempat atau kanal resmi PVMBG.

Posisi Gunung Ibu di Antara Gunung Api Aktif Indonesia

Sepanjang 2026, MAGMA Indonesia merekam 5.193 letusan gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Semeru di Jawa Timur mencatat angka tertinggi dengan 2.015 kali letusan, disusul Gunung Ibu dengan 1.756 kali erupsi.

Angka tersebut menempatkan Gunung Ibu sebagai gunung api dengan frekuensi erupsi tertinggi kedua di Indonesia tahun ini. Karakter letusannya pendek dan berulang, sehingga pemantauan dilakukan harian oleh petugas PVMBG.

Aktivitas Wisata di Sekitar Gunung Ibu

Kawasan Halmahera Barat dikenal dengan lanskap vulkanik, Danau Galela, serta jalur laut menuju Ternate dan Tobelo. Namun dengan status Waspada, aktivitas wisata yang mendekati kawah tidak dapat dilakukan saat ini.

  • Menunda pendakian ke area kawah hingga status gunung diturunkan
  • Memantau kanal MAGMA Indonesia sebelum berangkat ke Halmahera Barat
  • Mengikuti arahan pos pengamatan dan pemerintah daerah setempat
  • Menyiapkan rencana cadangan destinasi di sekitar Tobelo dan Galela

Cara Menuju Halmahera Barat

Kabupaten Halmahera Barat dapat dijangkau lewat penerbangan ke Ternate, lalu perjalanan darat dan penyeberangan menuju Jailolo, ibu kota kabupaten. Durasi tempuh dari Ternate berkisar beberapa jam tergantung kondisi laut dan jalur darat.

Rute dan jadwal penyeberangan berubah mengikuti cuaca, sehingga konfirmasi ke operator angkutan setempat diperlukan sebelum keberangkatan. Untuk informasi jalur terkini, traveler dapat menghubungi dinas pariwisata Halmahera Barat.

Tips Berkunjung Saat Status Waspada

Waktu terbaik menunda perjalanan ke area vulkanik adalah sampai status diturunkan ke Normal. Jika tetap berkunjung ke Halmahera Barat, pilih akomodasi di Jailolo atau Tobelo yang jauh dari zona larangan dan pastikan jalur evakuasi dipahami.

Bawa masker untuk mengantisipasi abu vulkanik, terutama saat angin mengarah ke permukiman. Simpan nomor pos pengamatan gunung api dan BPBD setempat di ponsel.

Perjalanan ke kawasan Gunung Ibu sebaiknya ditunda hingga kondisi vulkanik stabil. Pantau laporan harian PVMBG, dan alihkan itinerary ke destinasi bahari Halmahera yang tidak terdampak aktivitas kawah.

Reporter: Wahyu