Harga Suzuki Jimny Bekas Oktober 2026 Mulai Rp325 Juta, Ini Rinciannya

Suzuki Jimny bekas di platform jual beli daring pada Oktober 2026 dibanderol Rp325 juta hingga Rp530 juta.
Penulis: Rendra
Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:41:01 WIB

KILASKINI.COM — Suzuki Jimny bekas di platform jual beli daring pada Oktober 2026 dibanderol Rp325 juta hingga Rp530 juta untuk unit produksi 2019–2025. Rentang harga selebar itu mencakup versi 3 pintu dan 5 pintu, sehingga calon pembeli punya ruang membandingkan sebelum memutuskan. Meski usianya sudah beberapa tahun, harga bekas SUV compact ini masih tergolong tinggi.

Bagi calon pembeli, selisih harga antarvarian dan tahun produksi jadi pertimbangan utama. Semakin muda tahun unit dan semakin lengkap kelengkapannya, semakin tinggi pula banderol yang diminta penjual.

Mesin K15B 1.462 cc dengan Sistem All Grip Pro

Jimny 5 pintu memakai mesin K15B berkapasitas 1.462 cc, empat silinder, dengan teknologi VVT. Tenaganya mencapai 104,7 PS pada 6.000 rpm dan torsi 138 Nm pada 4.400 rpm.

Transmisi tersedia dalam dua pilihan: otomatis 4 percepatan dan manual 5 percepatan. Sistem All Grip Pro menyediakan mode 2H, 4H, dan 4L untuk menyesuaikan kebutuhan berkendara di berbagai medan.

Suspensi mengandalkan gardan kaku dengan pegas koil. Pengeremannya memadukan cakram berventilasi di depan dan tromol di belakang.

Kisaran Harga Berdasarkan Tahun Produksi

Berikut acuan awal harga Suzuki Jimny bekas per Oktober 2026 yang dirangkum dari iklan aktif. Angka ini bisa berbeda tergantung kondisi unit, lokasi penjual, dan kelengkapan dokumen.

  • Produksi 2019–2020: kisaran bawah Rp325 juta
  • Produksi 2021–2022: kisaran menengah, bergantung varian dan kondisi
  • Produksi 2023–2025: mendekati batas atas Rp530 juta

Versi 3 pintu umumnya dihargai lebih rendah dibanding 5 pintu pada tahun produksi yang sama. Perbedaan ini wajar mengingat kapasitas kabin dan tingkat permintaan pasar yang berbeda.

Pertimbangan Sebelum Membeli Unit Bekas

Karakter Jimny cocok untuk pemilik yang menyukai aktivitas luar ruang. Namun, sebelum menjadikannya mobil harian, ada baiknya mempertimbangkan kebutuhan ruang kabin dan kenyamanan perjalanan jauh.

Konsumsi BBM juga bergantung pada kondisi jalan dan cara berkendara. Untuk pemakaian dalam kota sehari-hari, konsumsi bahan bakar Jimny tidak sehemat SUV monokok dengan mesin kecil.

Pada unit bekas, periksa riwayat servis, kondisi gardan, dan keutuhan sistem penggerak empat roda. Komponen ini jadi jantung karakter Jimny dan biaya perbaikannya tidak murah.

Harga bekas yang masih tinggi membuat Jimny terbilang tahan nilai. Bagi sebagian pembeli, kondisi itu justru jadi alasan memilih unit baru ketimbang bekas, tergantung selisih harga yang ditemukan di pasaran.

Reporter: Rendra