Honda-Mitsubishi Sepakat Bangun Pikap Berbasis Triton, Produksi 2028

Honda dan Mitsubishi menandatangani nota kesepahaman pengembangan pikap bermerek Honda berbasis platform Triton.
Penulis: Doni
Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:20:31 WIB

KILASKINI.COM — Honda dan Mitsubishi meneken nota kesepahaman untuk mengembangkan pikap bermerek Honda di atas platform Triton, dengan produksi di Thailand dan penjualan di Asia Tenggara dijadwalkan 2028. Bagi Honda, langkah ini menandai masuknya mereka ke segmen yang selama bertahun-tahun mereka abaikan, sementara Mitsubishi mendapat tambahan volume produksi di pabrik Laem Chabang.

Pikap Honda yang akan lahir dari kerja sama dengan Mitsubishi bukan proyek jangka pendek. Kedua pabrikan Jepang sudah menandatangani nota kesepahaman, dan model tersebut dirancang khusus untuk pasar Asia Tenggara. Belum ada informasi soal nama model, dimensi, maupun spesifikasi mesin yang akan dipakai.

Yang sudah jelas, basis kendaraannya adalah platform Mitsubishi Triton. Honda menyebut model ini masih dalam tahap pengembangan dan baru dijadwalkan dijual pada 2028. Artinya, masih ada ruang panjang sebelum versi produksi benar-benar muncul di jalanan.

Apa Isi Kesepakatan Honda dan Mitsubishi

Honda belum merilis rincian perjanjian kemitraan ini. Pernyataan resmi perusahaan hanya menyebut bahwa pikap baru mereka sedang dikembangkan dan diharapkan masuk pasar Asia Tenggara pada 2028. Media Jepang lebih dulu mengabarkan soal MoU ini.

Pola kerja samanya cukup jelas: Honda memakai platform Triton sebagai fondasi, lalu memberi identitas merek sendiri. Ini bukan hal baru di industri otomotif — berbagi platform lazim dipakai untuk menekan biaya pengembangan dan mempercepat waktu produksi.

Mengapa Mitsubishi Jadi Pihak yang Diuntungkan Dua Kali

Mitsubishi tidak hanya menyediakan basis kendaraan. Pabrik Laem Chabang di provinsi Chonburi, Thailand, kemungkinan besar jadi lokasi produksi pikap Honda. Di fasilitas yang sama, Mitsubishi saat ini merakit varian Triton untuk Asia Tenggara dan sejumlah pasar dunia lain.

Kalau skenario itu terwujud, Mitsubishi mendapat tambahan volume produksi sekaligus memaksimalkan kapasitas pabriknya. Bagi Honda, kerja sama ini jadi jalan pintas masuk ke segmen pikap tanpa harus membangun lini produksi dari nol.

Pasar Pikap ASEAN yang Selama Ini Dilewatkan Honda

Selama bertahun-tahun Honda praktis tidak menyentuh segmen truk pikap di Asia Tenggara. Pasar ini dikuasai pemain lain, dengan Toyota Hilux dan Isuzu D-Max sebagai nama yang paling sering muncul di jalanan Indonesia, Thailand, dan Filipina.

Kolaborasi dengan Mitsubishi membuka pintu bagi Honda tanpa risiko besar. Mereka mendapat produk baru untuk segmen yang menurut deskripsi dalam pemberitaan masih belum banyak dimanfaatkan, sementara Mitsubishi dapat menaikkan utilisasi pabrik.

Yang Perlu Diperhatikan

  • Jadwal 2028 masih jauh — belum ada kepastian apakah proyek ini berjalan sesuai rencana atau mundur seperti banyak kerja sama otomotif lain.
  • Spesifikasi belum ada — tidak diketahui apakah pikap Honda akan memakai mesin diesel Triton yang sama atau mendapat penyetelan berbeda.
  • Status untuk Indonesia belum jelas — pemberitaan hanya menyebut "pasar Asia Tenggara", belum ada konfirmasi apakah model ini akan dijual resmi di Indonesia.
  • Posisi harga belum diketahui — tanpa angka, sulit menilai apakah pikap Honda akan bersaing langsung dengan Hilux dan D-Max atau menempati ceruk berbeda.

Kapan Pikap Honda Ini Bisa Dibeli

Target penjualan ada di 2028, dengan produksi kemungkinan besar di Thailand. Untuk pembeli di Indonesia, belum ada indikasi apakah model ini akan masuk lewat jalur distribusi resmi atau hanya tersedia di negara tetangga.

Yang bisa dicatat sekarang: ini bukan peluncuran produk, melainkan pengumuman kerja sama. Detail soal mesin, dimensi, fitur keselamatan, dan harga baru akan muncul dalam beberapa tahun ke depan. Sampai saat itu, konsumen yang butuh pikap dalam waktu dekat masih harus memilih dari model yang sudah beredar.

Reporter: Doni