Meski Kesehatannya Memburuk, Paus Fransiskus Ngotot Serukan Gencatan Senjata di Gaza

Meski Kesehatannya Memburuk, Paus Fransiskus Ngotot Serukan Gencatan Senjata di Gaza
Paus Fransiskus menyerukan gencatan senjata segera di Jalur Gaza, Palestina, hingga pembebasan sandera Israel saat pidato Paskah. (Reuters/Vatican Media)

Kilaskini.com - Agresi militer Israel di Gaza Palestina dalam beberapa bulan terakhir, memberikan begitu banyak penderitaan kemanusiaan bagi warga Palestina. Puluhan ribu rakyat sipil, mulai dari anak-anak hingga orang tua tak berdosa, tewas tanpa tahu kesalahannya.

Meski sebagian besar negara dan bangsa dunia mengecam agresi militer tersebut, namun Israel soal tetap kukuh menembakkan ribuan amunisi senjatanya ke setiap sudut wilayah Gaza.

Puluhan tokoh internasional, mulai dari presiden, pemuka lintas agama dunia, hingga tokoh pejuang kemanusian, telah mengecam kekejian Israel, namun tetap saja agresi Israel tak mengendur. Lolongan anjing penjaga dunia terus diteriakkan, namun kafilah meriam Isrel terus menerjang.

Dan kini, pemimpin tertinggi agama Khatolik dunia, Paus Fransiskus, ikut turun gunung menyerukan agar Israel menghentikan segala bentuk agresi militer di Gaza.

Dalam pesan Urbi et Orbi dari balkon Basilika Santo Petrus, Vatikan, Minggu (31/3), Paus Fransiskus, dengan lantang pentingnya bagi Israel dan Hamas melakukan gencatan senjata dengan segera di Jalur Gaza, Palestina. Paus juga menyerukan pembebasan sandera Israel.

"Ini sudah terlalu lama dan harus dihentikan. Saya menyerukan, sekali lagi, agar akses terhadap bantuan kemanusiaan dipastikan ke Gaza dibuka. Hamas harus segera membebaskan para sandera yang ditangkap pada 7 Oktober lalu," ungkap Paus Fransiskus.

Paus menyatakan, pemberkatan Urbi et Orbi atau pesan untuk kota dan dunia dengan menegaskan 'serangan tersebut telah menimbulkan penderitaan'. Paus juga menyoroti betapa banyak anak-anak yang menderita hingga kehilangan senyuman karena berada di zona perang.

"Kematian serta kehancuran yang terjadi akibat serangan Israel atas Palestina ini harus segera diakhiri. Betapa banyak penderitaan yang kita lihat di mata anak-anak, mereka lupa untuk tersenyum di zona perang tersebut," ujar Paus Fransiskus.

Meski dikabarkan kesehatannya kurang baik dalam beberapa minggu terakir, namun Paus Fransiskus tetap memberikan pidato khusus soal perdamaian di Gaza Palestina. Hal itu pula yang membuat dirinya batal hadir dalam Jumat Agung dua hari yang lalu. Namun, ia mengambil bagian dalam acara pekan suci lainnya, hingga terlihat bugar ketika muncul di publik saat Minggu Paskah. ***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index