Pencarian

Kemenpar Dorong Wisata Personal, 52 Persen Gen Z Cari Pengalaman Autentik

Jumat, 02 Oktober 2026 • 11:40:31 WIB
Kemenpar Dorong Wisata Personal, 52 Persen Gen Z Cari Pengalaman Autentik
Kementerian Pariwisata memperkuat pemasaran berbasis pengalaman wisata dalam Indonesia Tourism & Mice Outlook 2027.

KILASKINI.COM — Kementerian Pariwisata memperkuat pemasaran berbasis pengalaman setelah kajian internal menemukan 52 persen wisatawan Gen Z bepergian untuk mencari pengalaman, bukan sekadar mengunjungi destinasi populer. Pendekatan baru ini mendorong wisata non-konvensional lewat lima minat khusus, dari gastronomi hingga wastra. Strategi tersebut menjadi bagian program Go Beyond Ordinary yang diumumkan dalam Indonesia Tourism & Mice Outlook 2027.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, menilai potensi wisata di berbagai daerah perlu dikemas ulang menjadi pengalaman yang lebih menarik bagi wisatawan muda. Menurutnya, kekayaan seni dan budaya daerah bisa dirangkai dengan aktivitas lain supaya wisatawan punya lebih banyak alasan menjelajah.

"Yang kita dorong adalah wisata yang non-konvensional, non-ordinary, supaya aktivitas pariwisata bisa tersebar lebih banyak," ujar Ni Made dalam Indonesia Tourism & Mice Outlook 2027.

Lima Minat Khusus yang Jadi Fokus

Kementerian Pariwisata mendorong lima wisata minat khusus melalui Program Pariwisata Berkualitas. Kelimanya adalah gastronomi, bahari, wellness, wastra, serta art & design tourism.

Pendekatan ini menyasar wisatawan yang ingin aktivitas lebih spesifik ketimbang sekadar berfoto di destinasi ikonik. Contohnya wisata wastra, yang mengajak traveler mengenal proses kain tradisional langsung dari perajinnya.

Wisata bahari dan gastronomi juga bisa dikombinasikan dengan walking tour di satu kawasan. Dengan begitu, wisatawan tidak hanya datang ke satu titik, tetapi punya alasan mengeksplorasi daerah sekitarnya.

Bukan Sekadar Jumlah Kunjungan

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyebut keberhasilan pariwisata tidak lagi diukur dari banyaknya wisatawan yang datang. Yang dikejar adalah pengalaman tinggal yang lebih berkualitas dan manfaat yang dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

"Bagaimana agar pengalaman tinggal dari wisatawan kita di Indonesia semakin berkualitas dan juga manfaat yang bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat Indonesia," ujar Ni Luh.

Implikasinya praktis bagi traveler: pengalaman yang lebih beragam diharapkan membuat wisatawan tinggal lebih lama, mengunjungi lebih banyak tempat, serta membelanjakan lebih banyak produk dan layanan lokal.

MaiA, Asisten Perjalanan Berbasis AI

Perubahan cara wisatawan mencari pengalaman turut didukung teknologi. Kementerian Pariwisata memakai MaiA (Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia) yang tersedia di indonesia.travel sebagai AI Travel Assistant dalam konsep Tourism 5.0.

MaiA dirancang mendampingi wisatawan di lima tahap perjalanan: dreaming, planning, booking, experiencing, hingga sharing. Dukungan bahasa asingnya mencapai 19 bahasa.

Informasi yang tersedia tidak berhenti pada destinasi. Wisatawan bisa menemukan rekomendasi aktivitas, kuliner, akomodasi, acara, hingga produk wisata. Pelaku industri pariwisata juga dapat memasukkan pengalaman yang mereka tawarkan ke platform tersebut.

"Ketika wisatawan mencari experiential tourism di Indonesia, MaiA akan memberikan rekomendasi," kata Ni Made.

Peluang untuk Wisatawan MICE

Wisatawan yang datang untuk konferensi tidak harus berhenti pada agenda MICE. Mereka bisa melanjutkan perjalanan dengan mencoba kuliner lokal, mengikuti walking tour, menikmati aktivitas bahari, atau mengenal budaya daerah.

Bagi Gen Z yang menjadikan pengalaman sebagai alasan utama bepergian, pendekatan ini membuka pilihan perjalanan lebih luas. Destinasi tidak lagi sekadar tempat yang dikunjungi, tetapi pintu masuk untuk menemukan cerita, aktivitas, budaya, dan pengalaman baru di berbagai daerah Indonesia.

Traveler yang ingin merencanakan perjalanan berbasis minat bisa mulai mengecek rekomendasi aktivitas dan produk wisata lewat indonesia.travel. Untuk agenda event dan paket wisata daerah, informasi terkini dapat dikonfirmasi via dinas pariwisata setempat.

Sumber: suara.com

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks