KILASKINI.COM — Marc Marquez datang ke MotoGP Indonesia dengan catatan buruk yang belum terpecahkan: sejak Mandalika masuk kalender pada 2022, ia tidak pernah sekali pun menyelesaikan balapan utama. Modal dua kemenangan di Jepang jadi bekal, tapi rider Spanyol itu sendiri mengakui sirkuit Lombok bukan medan yang bersahabat baginya.
Pembalap yang kini memperkuat Ducati Lenovo itu menyampaikan hal tersebut saat ditemui di Hotel Fairmont Jakarta, Selasa (6/10/2026), menjelang rangkaian balapan akhir pekan di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Sejak 2022, Marquez tercatat belum pernah finis di balapan Grand Prix Mandalika.
Rentetan Insiden di Mandalika: Highside, Motor Terbakar, hingga Cedera Bahu
Pada 2022, Marquez bahkan tidak turun di balapan utama. Ia mengalami highside dalam sesi warm-up yang memicu kambuhnya masalah penglihatan ganda, dan ia dinyatakan tidak fit untuk balapan.
Semusim berselang, nasibnya tidak membaik. Di MotoGP Mandalika 2023, ia crash di Sprint Race lalu kembali terjatuh di balapan utama.
Peluang terbaiknya justru datang pada 2024. Start dari posisi ke-12, Marquez finis ketiga di Sprint Race — podium Sprint pertamanya di Mandalika. Namun di balapan utama, motor Gresini yang ditungganginya mengalami masalah teknis dan terbakar pada lap ke-12.
Pada MotoGP Mandalika 2025, ia sempat finis keenam di Sprint Race setelah mendapat Long Lap Penalty akibat kontak dengan Alex Rins di lap pembuka. Balapan utama kembali berakhir buruk: insiden dengan Marco Bezzecchi di Tikungan 7 pada lap pertama membuat keduanya terjatuh, dan Marquez mengalami cedera pada bahu kanannya.
Modal Kemenangan di Jepang Jadi Bekal ke Lombok
Menjelang balapan akhir pekan ini, Marquez punya alasan untuk lebih optimistis. Ia baru saja menyapu bersih balapan Sprint dan Race MotoGP Jepang pekan sebelumnya.
"Saya menantikannya (bisa finis di Mandalika), karena Indonesia adalah salah satu negara yang saya suka. Dua tahun lalu saya menghabiskan liburan di Bali. Tapi Mandalika dan Marc Marquez hubungannya tidak begitu baik saat ini. Kami tidak pernah finis balapan hari Minggu. Jadi, benar tahun ini kami akan berusaha mengubahnya. Doakan saya," kata Marquez.
Meski menang dua kali di Jepang, ia tidak memasang target muluk untuk Mandalika. "Kami berharap akan melakukan akhir pekan yang hebat. Kami datang dari akhir pekan yang sangat baik di Jepang, menang di kedua balapan. Benar, akan lebih sulit menang di kedua balapan. Namun, kami akan berusaha berada di podium," ungkapnya.
Bercanda Soal Hujan: "Hujan Akan Membantu"
Marquez menyayangkan cedera yang membuatnya belum pernah finis di balapan hari Minggu di Mandalika. Sambil bercanda, ia malah berharap hujan mengguyur sirkuit akhir pekan nanti.
"Ini adalah sirkuit di mana saya kesulitan di masa lalu. Tapi saya berharap, saya berkeinginan, dan saya memiliki mentalitas yang positif bahwa tahun ini akan berbeda. Saya harap begitu. Nanti kita lihat, kita lihat apakah ada badai atau sesuatu yang membantu saya. Hujan akan membantu," canda Marquez.
Saat ditanya lebih memilih trek kering atau basah, ia awalnya menjawab lebih suka balapan di aspal kering. Namun ia langsung melontarkan candaan soal Mandalika.
"Balapan kering, tapi di Mandalika (saya pilih balapan) basah, hahaha, bercanda. Karena saat balapan kering saya nggak pernah finis, jadi kita lihat kalau balapan basah," pungkasnya.
Catatan Statistik yang Harus Dipecahkan
MotoGP mencatat Marquez belum pernah meraih podium maupun kemenangan dalam balapan Grand Prix di Mandalika. Sprint Race menjadi satu-satunya sesi di mana ia beberapa kali mampu menyelesaikan balapan.
- 2022: Tidak tampil di balapan utama akibat highside saat warm-up
- 2023: Crash di Sprint Race dan balapan utama
- 2024: Podium Sprint (P3), motor terbakar di lap ke-12 balapan utama
- 2025: Finis keenam di Sprint, terjatuh usai insiden dengan Bezzecchi di lap pertama balapan utama
Rangkaian hasil itu menjelaskan mengapa Marquez menyebut hubungannya dengan Mandalika sedang tidak baik-baik saja. Dengan modal kemenangan ganda di Jepang, akhir pekan ini jadi kesempatan berikutnya untuk memutus catatan tersebut — di trek kering maupun basah.