Nintendo Hapus 400+ Emulator Switch dari GitHub, Suyu dan Skyline Jadi Korban

Nintendo menghapus 401 repositori emulator Nintendo Switch dari GitHub melalui tujuh pemberitahuan DMCA.
Penulis: Doni
Jumat, 21 Agustus 2026 | 23:49:32 WIB

Nintendo melanjutkan perang panjangnya terhadap emulator Switch dengan menghapus 401 repositori dari GitHub pekan ini. Berdasarkan laporan TorrentFreak pada 21 Agustus, raksasa game asal Kyoto itu mengirim tujuh pemberitahuan DMCA yang menargetkan repositori emulator, termasuk Suyu yang merupakan penerus Yuzu, emulator Android Skyline, dan beberapa fork Yuzu yang masih tersisa.

Dari total 401 repositori yang dihapus, 311 di antaranya adalah Suyu. Pengguna yang mencoba mengakses repositori tersebut kini akan mendapat pesan error 404 atau notifikasi bahwa konten telah ditakedown.

Alasan Nintendo Menargetkan Emulator

Dalam pemberitahuan DMCA yang dikirim, Nintendo menyebut repositori yang ditargetkan "menawarkan, menautkan, atau memberikan akses ke emulator Nintendo Switch." Pihak perusahaan menegaskan emulator tersebut melanggar Technological Protection Measures (TPM), yang berfungsi sebagai kunci digital untuk mencegah penyalinan data ilegal.

"Secara spesifik, emulator Nintendo Switch ini secara ilegal mengelabui TPM Nintendo untuk menjalankan salinan ilegal game Nintendo Switch," demikian bunyi pemberitahuan tersebut. "Game Nintendo Switch dienkripsi menggunakan kunci kriptografi proprietary (prod.keys) yang melindungi akses tidak sah dan penyalinan game berhak cipta."

Nintendo menambahkan bahwa saat dioperasikan, emulator di repositori tersebut menggunakan salinan kunci kriptografi tanpa izin untuk mendekripsi game Switch bajakan, atau ROM, saat runtime.

Eskalasi Perang Terhadap Pembajakan

Langkah ini bukan yang pertama. Pada Mei 2024, Nintendo menghapus lebih dari 8.500 repositori di GitHub dalam satu gelombang. Dengan tambahan 401 repositori pekan ini, total repositori yang dibekukan Nintendo di GitHub saja hampir mencapai 9.000.

Perang ini berakar dari tuntutan hukum Nintendo terhadap Tropic Haze, pengembang Yuzu, pada Februari 2024. Tuntutan tersebut diajukan setelah The Legend of Zelda: Tears of the Kingdom bocor dan dibajak lebih dari satu juta kali sebelum tanggal rilis resminya. Yuzu akhirnya tutup pada Maret 2024, dan Suyu muncul sebagai penerus yang cepat populer di kalangan komunitas.

Bagi pemain di Indonesia yang menggunakan emulator Switch untuk game seperti Zelda atau Mario, konsekuensi dari tindakan ini cukup jelas: opsi emulasi legal semakin sempit. Nintendo terus menekan distribusi emulator di platform manapun, dan repositori yang tersebar di forum atau situs lain berisiko menyusul dihapus.

Reporter: Doni