Tradisi Panjat 81 Bambu Warnai HUT RI di Desa Gunung Karamat Sukabumi
Panjat bambu identik dengan perlombaan 17-an yang biasa dijumpai di berbagai daerah. Namun, Desa Gunung Karamat di Sukabumi memberi sentuhan berbeda: jumlah bambu yang dipanjat sengaja disesuaikan dengan usia kemerdekaan Indonesia. Tahun ini, 81 batang bambu didirikan di Lapangan Desa Gunung Karamat sebagai simbol peringatan HUT RI ke-81.
Bukan Sekadar Lomba, Melainkan Simbol Usia Kemerdekaan
Kepala Desa Gunung Karamat, Subaeta, menjelaskan tradisi ini sudah berjalan selama tujuh tahun masa kepemimpinannya. Jumlah bambu selalu mengikuti angka peringatan kemerdekaan pada tahun berjalan, mulai dari 73 batang hingga kini 81 batang.
“Ini yang ketujuh. Selama tujuh tahun ini, semenjak saya menjabat, kami mengadakan panjat bambu. Mulai dari 73, 76, sampai hari ini menjadi 81 tiang,” ujar Subaeta yang turut menjadi peserta dalam kegiatan tersebut.
Baginya, tradisi ini lahir dari keinginan menghadirkan hal berbeda dalam perayaan kemerdekaan. “Prinsip kami adalah menciptakan hal-hal biasa menjadi luar biasa,” katanya. Semangat ini tidak lepas dari sejarah desa yang memiliki jejak perkebunan peninggalan Belanda, yang kemudian dikemas menjadi ajang kebersamaan warga.
Rangkaian Acara: dari Turnamen Bola hingga Hiburan Reggae
Panjat bambu menjadi puncak dari rangkaian perayaan HUT RI di Desa Gunung Karamat. Sebelumnya, warga telah mengikuti berbagai kegiatan yang berlangsung selama beberapa pekan.
- Turnamen sepak bola antar kampung
- Perlombaan anak-anak dan ibu-ibu
- Hiburan wayang, dangdut, dan reggae
- Kegiatan keagamaan seperti pengajian
“Mulai dari turnamen bola, perlombaan ibu-ibu dan anak-anak, hiburan seperti wayang, dangdut, reggae, pengajian, dan puncaknya hari ini panjat bambu,” tutur Subaeta.
Gotong Royong di Balik Kemeriahan
Yang menarik, seluruh persiapan acara tidak bergantung pada anggaran desa semata. Subaeta menegaskan pendanaan kegiatan berasal dari kolaborasi warga dan pemerintah desa.
“Anggaran kita dari gotong royong, kolaborasi antara pemerintah desa dengan warga,” ujarnya.
Semangat kebersamaan ini terlihat jelas di lapangan. Roni, salah satu peserta, berkali-kali mencoba menaklukkan bambu licin. Tangannya mencari pijakan, sementara sorakan warga terdengar dari bawah. Baginya, panjat bambu bukan sekadar soal hadiah, melainkan kebanggaan ikut meramaikan peringatan kemerdekaan bersama warga sekampung.
“Seru. Saya ikut setiap tahun,” katanya sambil menahan beban rekan-rekannya yang menginjak pundaknya.
Pesona Tradisi yang Menyatukan Warga
Keringat, oli bekas yang melumuri bambu, dan jatuh bangun menjadi bagian dari perjuangan peserta. Namun, semangat pantang menyerah justru menjadi daya tarik utama perlombaan ini. Bagi Subaeta, kemeriahan HUT RI bukan hanya tentang perlombaan, melainkan nilai kebersamaan warga yang harus terus dipertahankan.
Bagi traveler yang ingin menyaksikan tradisi unik ini, Desa Gunung Karamat berada di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Perayaan serupa kemungkinan besar akan kembali digelar pada peringatan HUT RI tahun depan. Informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan akses lokasi dapat dikonfirmasi melalui pemerintah desa setempat atau Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi.