JAKARTA TIMUR — Festival Batu Penggilingan ke-4 resmi dibuka Wali Kota Jakarta Timur Munjirin di kawasan Cagar Budaya Batu Penggilingan, Jalan Kali Buaran, RT 10/RW 07 Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Sabtu (22/8/2026). Acara yang berlangsung dua hari hingga Minggu (23/8) ini dihadiri Anggota DPR RI Komisi IX Uya Kuya, Anggota DPRD DKI Jakarta Astrid, serta Camat Cakung Rohmat.
Pembukaan ditandai penampilan gambang kromong dan atraksi pencak silat palang pintu binaan Sudin Kebudayaan Jakarta Timur. Panitia juga menyiapkan puluhan stan UMKM serta lomba penataan lingkungan dan baris-berbaris antar-PPSU se-Jakarta Timur yang diikuti 20 tim kelurahan.
Wali Kota Soroti Penataan Lahan Sisi Barat Kali Buaran
Di sela peninjauan stan UMKM, Munjirin menyoroti masih adanya lahan di sisi barat Kali Buaran yang belum tertata. Ia meminta Lurah Jatinegara turut mengawal pembenahan kawasan tersebut agar menyatu dengan area festival yang sudah lebih dulu dirapikan.
"Saya harapkan sisi sebelah sana (barat) itu juga ditata rapi," ujar Munjirin di lokasi acara.
Sejak festival pertama digelar, Wali Kota menilai bantaran Kali Buaran di Kelurahan Penggilingan mengalami perubahan signifikan. Kawasan yang dulu semrawut kini lebih tertata dan berpotensi dikembangkan sebagai ruang publik serta tujuan wisata sejarah.
Uya Kuya Optimistis Jadi Destinasi Wisata Baru
Anggota DPR RI Komisi IX yang akrab disapa Uya Kuya mengapresiasi gelaran tahunan ini. Ia datang bersama istri, Astrid, yang juga anggota DPRD DKI Jakarta, dan menyaksikan langsung antusiasme warga yang memadati lokasi festival.
"Kita harapkan festival ini dilanjutkan tiap tahun. Saya optimis lokasi ini bila tertata dapat menjadi destinasi wisata," kata Surya Utama.
Menurutnya, penggabungan unsur sejarah Cagar Budaya Batu Penggilingan dengan kegiatan budaya Betawi dan UMKM menjadi daya tarik yang tidak dimiliki kawasan lain di Jakarta Timur.
Penggagas Festival Siapkan Regenerasi Penyelenggara
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PAN Komisi B, H. Syahroni, yang menjadi penggagas sekaligus tuan rumah penyelenggara, berharap festival ini tetap lestari meski dirinya tidak lagi menjabat pejabat publik. Ia mendorong warga dan pemerintah kelurahan mengambil alih keberlanjutan acara.
"Diharapkan ke depan Festival Batu Penggilingan ini terus dilestarikan walaupun saya tidak lagi menjabat pejabat publik," pungkasnya.
Ketua panitia, Haji Muhamad Sehu, menyampaikan terima kasih atas kehadiran ribuan warga dan tokoh masyarakat. Ia menegaskan kesuksesan acara ini tidak lepas dari dukungan semua pihak, termasuk puluhan petugas PPSU dan ibu-ibu PKK se-Kelurahan Penggilingan yang terlibat dalam penyelenggaraan.
Penutupan Meriah dengan Adu Dodol dan Penanaman Pohon
Puncak acara hari pertama ditutup dengan atraksi mengaduk dodol bersama antara Wali Kota Munjirin, H. Syahroni, dan Uya Kuya saat meninjau stan UMKM. Ketiganya kemudian diakhiri dengan penanaman pohon di pinggir Kali Buaran sebagai simbol komitmen menjaga lingkungan kawasan cagar budaya tersebut.