Harga Emas Tembus US$4.617 Usai Reli 7%, Analis Ingatkan Tiga Level Kunci

Emas menembus level US$4.617 per ons troi setelah reli tujuh persen dalam sepekan terakhir.
Penulis: Rendra
Senin, 24 Agustus 2026 | 08:20:31 WIB

KILASKINI.COM — Penguatan emas dalam sepekan terakhir tidak hanya didorong faktor teknikal. Pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) yang cukup dalam menjadi katalis utama. Indeks DXY yang mengukur pergerakan greenback terhadap mata uang utama lainnya sudah jatuh di bawah level 99 dan masih menunjukkan prospek bearish. Korelasi negatif yang kuat antara kedua aset ini, dengan koefisien minus 0,8 dalam 25 sesi terakhir, membuat emas semakin atraktif sebagai aset alternatif di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar obligasi AS.

US$4.700: Hambatan Psikologis dan Fibonacci

Level resistance pertama yang menjadi penentu adalah US$4.700 per ons troi. Market Analyst Forex.com Julian Pineda CFA CMT menjelaskan, level ini bertepatan dengan retracement Fibonacci 50% dari pergerakan penting pada grafik, sekaligus menjadi titik tertinggi yang belum terlihat dalam beberapa bulan terakhir.

Jika emas mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, momentum penguatan berpotensi makin solid. Namun, kegagalan menembus level ini justru bisa memicu aksi ambil untung besar-besaran setelah kenaikan yang sangat cepat.

US$4.500 dan US$4.378: Garis Pertahanan Bullish

Di sisi bawah, Pineda menyoroti dua level support krusial. Pertama, US$4.500 per ons troi yang bertepatan dengan moving average periode 200. Area ini menjadi batas penting untuk menjaga struktur bullish jangka pendek. Selama harga bertahan di atasnya, tren kenaikan masih relatif aman.

Kedua, US$4.378 per ons troi menjadi benteng terakhir. Level ini merupakan zona keseimbangan yang terbentuk dalam beberapa pekan terakhir dan menjadi area pertahanan utama pembeli. Jika harga menembus level ini, reli terbaru akan melemah dan emas berisiko memasuki fase konsolidasi yang lebih luas.

Volume Melonjak, RSI Tunjukkan Overbought

Minat pasar terhadap emas terlihat jelas dari lonjakan volume perdagangan berjangka. Pada 19 Agustus, jumlah kontrak yang diperdagangkan menembus 300.000 kontrak, meningkat signifikan dibandingkan pekan sebelumnya.

Kendati demikian, kehati-hatian tetap diperlukan. Indikator Relative Strength Index (RSI) telah bergerak di atas level 70, menandakan kondisi overbought atau jenuh beli. Situasi ini membuka peluang terjadinya koreksi jangka pendek. Sementara itu, indikator MACD masih konsisten berada di atas garis netral, mengonfirmasi momentum positif jangka pendek masih mendukung tren bullish.

Investasi mengandung risiko. Pergerakan harga emas sangat volatil dan dipengaruhi oleh berbagai faktor global, termasuk kebijakan moneter bank sentral AS dan kondisi geopolitik.

Reporter: Rendra