10 Emiten Sawit Panen Cuan di Tengah Sorotan Karhutla, Saham JARR Milik Haji Isam Meroket 52 Persen

Saham emiten sawit mencatatkan penguatan signifikan sepanjang pekan 18–21 Agustus 2026 di tengah sorotan karhutla.
Penulis: Galih
Senin, 24 Agustus 2026 | 09:19:31 WIB

JAKARTA — Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan dinamika menarik pada pekan 18-21 Agustus 2026. Alih-alih tertekan isu lingkungan, saham-saham sektor CPO justru diburu investor, mencatatkan penguatan signifikan di tengah eskalasi krisis karhutla yang melanda Sumatra, Kalimantan, hingga Papua.

Berdasarkan data Sipongi Kementerian Kehutanan, ratusan ribu hektare lahan terbakar sepanjang tahun ini. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) bahkan mencatat sedikitnya 10.739 hotspot berada di kawasan Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan sawit.

Saham JARR: Dari Rp 2.510 ke Rp 3.070 dalam Sepekan

Saham JARR menjadi primadona utama setelah mencatatkan kenaikan mingguan hingga 52,74 persen. Pada penutupan Jumat (21/8), harga saham perusahaan milik H. Samsudin Andi Arsyad ini parkir di level Rp3.070 per lembar dengan volume transaksi mencapai 44,83 juta saham.

Aksi borong terlihat agresif sejak awal pekan. Selasa (18/8), harga JARR melejit 24,88 persen ke posisi Rp2.510 dengan nilai transaksi Rp98,35 miliar. Setelah sempat terkoreksi 5,18 persen pada Rabu, saham ini kembali meroket 24,79 persen pada Kamis dan ditutup menguat 3,37 persen pada Jumat dengan nilai transaksi harian menembus Rp143,88 miliar.

BWPT dan TAPG Ikut Diburu Trader

Mengekor di posisi kedua, saham PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) mencatatkan kenaikan sepekan sebesar 24,72 persen ke posisi Rp111 per lembar. Perdagangan saham ini tergolong sangat masif dengan total volume mencapai 728,93 juta saham. Lonjakan utamanya terjadi pada Kamis saat BWPT melesat 21,74 persen dan mencatatkan nilai transaksi harian hingga Rp229,70 miliar.

PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) dari Grup Triputra juga menunjukkan tren konsisten tanpa koreksi dalam. Saham TAPG merangkak naik 9,50 persen ke posisi Rp1.960 per lembar, ditopang penguatan 4,64 persen pada Kamis dan 2,35 persen pada Jumat dengan nilai transaksi harian Rp59,79 miliar.

Emiten Blue-Chip dan Kelas Menengah Kompak Menguat

PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) mengukuhkan apresiasi mingguan 7,87 persen ke level Rp1.440 per lembar. Sementara itu, emiten blue-chip PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menguat 5,69 persen sepekan untuk bertengger di harga Rp7.900 per lembar dengan total volume transaksi 1,17 juta saham.

PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) mengamankan cuan sepekan dengan kenaikan 4,66 persen menuju harga Rp1.460 per lembar. Reli harian tertinggi LSIP tercipta pada Kamis lewat kenaikan 3,89 persen dengan nilai transaksi menembus Rp20,27 miliar.

Dari segmen menengah, PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) mencatatkan kenaikan bertahap sebesar 4,73 persen hingga mendarat di posisi Rp775 per lembar. Tiga saham sawit lainnya yang melengkapi deretan sepuluh besar diisi oleh emiten Grup Sinar Mas, PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) serta dua emiten lainnya.

Rotasi modal besar-besaran ke sektor sawit ini terjadi meskipun industri tengah menghadapi tekanan reputasi akibat karhutla. Investor nampaknya lebih fokus pada fundamental harga CPO global yang masih perkasa ketimbang risiko tata kelola lingkungan dalam jangka pendek.

Reporter: Galih