Air Keran Warga Balikpapan Berwarna Hitam, DPRD Bakal Sidak ke Waduk Teritip dan Manggar

Komisi II DPRD Balikpapan berencana melakukan inspeksi mendadak ke Waduk Teritip dan Manggar untuk menindaklanjuti keluhan warga terkait air keran berwarna hitam.
Penulis: Rendra
Selasa, 25 Agustus 2026 | 03:16:01 WIB

BALIKPAPAN — Keluhan warga soal kualitas air bersih yang diterima berwarna hitam mendapat respons cepat dari DPRD Kota Balikpapan. Komisi II berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik infrastruktur air minum, menyusul viralnya keluhan di media sosial.

Sekretaris Komisi II DPRD Balikpapan, Taufik Qul Rahman, menyebut kondisi ini membingungkan karena pelanggan seharusnya menerima air bersih, bukan air kotor. Ia menegaskan persoalan ini tidak bisa dibiarkan karena menyangkut hajat hidup orang banyak.

“Ini kita menyikapinya, ternyata masyarakat Balikpapan menerima air kotor. Bahkan sampai hitam, ini kan jadi bingung,” ujar Taufik, Senin (24/8/2026).

Fokus Pengecekan di Waduk Teritip dan Manggar

Rencana sidak ini menyasar dua sumber air baku utama milik PTMB, yakni Waduk Teritip dan Waduk Manggar. Komisi II ingin memastikan apakah perubahan warna air berasal dari kualitas air baku, kebocoran pipa, atau proses distribusi yang bermasalah.

“Apakah itu terjadi di Waduk Teritip atau di Waduk Manggar, itu yang mau kita coba nanti turun,” jelas Taufik.

Selain mengecek kondisi sumber air, tim juga akan memeriksa jaringan pipa di wilayah yang baru saja dilakukan perbaikan. Menurut Taufik, perbaikan pipa semestinya berdampak pada peningkatan kualitas air, bukan sebaliknya.

“Kalau area-area yang sudah diperbaiki pipanya, secara otomatis harusnya sudah bersih,” katanya.

Komisi II Akan Panggil PTMB atau Langsung Sidak

Langkah yang akan diambil DPRD ada dua opsi: memanggil manajemen PTMB untuk dimintai klarifikasi atau langsung turun ke lapangan memeriksa titik keluhan warga. Penelusuran menyeluruh dinilai penting agar penanganan yang dilakukan nanti tepat sasaran, tidak hanya berhenti pada keluhan di media sosial.

“Kami dari Komisi II insyaallah dengan adanya hal itu mungkin kita akan undang atau kami langsung sidak ke lapangan permasalahan air kotor tersebut,” ujarnya.

Warga Diminta Tetap Dapat Pelayanan Layak

Taufik mengingatkan bahwa pelanggan PTMB telah membayar tagihan sesuai pemakaian. Oleh karena itu, kewajiban perusahaan adalah memberikan pelayanan terbaik, termasuk memastikan air yang mengalir ke rumah warga dalam kondisi jernih dan layak konsumsi.

“Jangan sampai warga ini bayar saja, tetapi pelayanannya tidak ada,” tegasnya.

Dengan adanya inspeksi ini, Komisi II berharap penyebab air berwarna hitam segera terungkap dan ada jaminan kualitas air untuk masyarakat Balikpapan ke depan. (*)

Reporter: Rendra