BEM Se-Jakarta Raya Sampaikan 5 Sikap soal Aksi 27 Agustus, Ajak AMPB Jaga Dialog dan Ketertiban
JAKARTA — Aliansi BEM Persatuan se-DKI Jakarta secara resmi menyampaikan lima sikap terkait rencana unjuk rasa yang akan digelar Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di depan Gedung DPR/MPR/DPD RI. Sikap ini menekankan pentingnya penyampaian aspirasi yang tertib, damai, dan konstitusional tanpa mengabaikan kepentingan publik.
Pernyataan tersebut dibacakan oleh Koordinator BEM Persatuan se-DKI Jakarta, Ikhsan Buyung Kalean, yang juga menjabat sebagai Presiden BEM Universitas Ibnu Chaldun Jakarta. Ia menegaskan bahwa perbedaan pandangan adalah hal lumrah dalam demokrasi, namun harus disampaikan secara bertanggung jawab.
Lima Sikap BEM: Dari Etika Demokrasi hingga Jaga Persatuan
Dalam keterangan persnya, Ikhsan merinci lima poin sikap yang menjadi pegangan aliansi. Pertama, menghormati hak demokrasi setiap warga negara untuk berpendapat, tetapi tetap menekankan agar aksi dilakukan secara tertib dan damai. Kedua, mendorong penyampaian aspirasi yang inklusif dan proporsional dari seluruh kelompok masyarakat.
"Kami mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan dialog yang konstruktif, saling menghormati perbedaan pandangan, serta menjaga ruang demokrasi agar tetap menjadi sarana penyampaian gagasan yang bermartabat dan berorientasi pada kepentingan bangsa," kata Ikhsan dalam keterangan resminya, Senin (24/8/2026).
Kritik yang Santun dan Berorientasi Solusi
Poin ketiga yang ditekankan adalah menjaga etika demokrasi dengan menghormati institusi negara. Menurut Ikhsan, kritik dan tuntutan terhadap kebijakan publik merupakan bagian sah dari demokrasi, namun akan lebih bermakna jika disampaikan secara santun dan berorientasi pada perbaikan bersama.
"Kami memandang penting untuk menyampaikan sikap secara objektif, proporsional, dan berlandaskan prinsip-prinsip demokrasi yang menjunjung tinggi hak, tanggung jawab, serta kepentingan bersama," ujarnya.
Poin keempat menekankan pentingnya pendekatan dialogis dan solutif. Aliansi menilai kekuatan sebuah gerakan tidak hanya diukur dari kemampuan mengkritik, tetapi juga dari kemampuan menawarkan gagasan nyata bagi masyarakat. Sementara poin kelima mengajak semua elemen menjaga persatuan di tengah keberagaman pandangan.
Ratusan Mahasiswa dari 8 Kampus Hadiri Keterangan Pers
Keterangan pers tersebut turut dihadiri perwakilan BEM dari sejumlah perguruan tinggi di Jakarta. Beberapa di antaranya adalah Kampus Jayabaya, Kampus Ibnu Chaldun, STEIBANK, Kampus Islam Jakarta, Kampus Bina Insani, Kampus Islam Assyafiiyah, Kampus Teknologi Muhammadiyah Jakarta, dan Kampus Unsuriya Darma.
"Kami mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus membangun komunikasi yang sehat, saling menghormati, dan mengedepankan semangat persaudaraan dalam menyikapi setiap perbedaan," tutup Ikhsan.
Aliansi BEM Persatuan se-DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk mengawal kehidupan demokrasi sekaligus menjaga kondusivitas masyarakat dengan mengedepankan persatuan serta penyampaian aspirasi melalui cara-cara konstitusional dan damai.