Bakso Ikan Tuna Khas Buleleng Laris Manis di Buleleng Festival 2026, Omzet Pelaku UMKM Tembus Puluhan Juta Rupiah

Pengunjung mencermati produk bakso ikan tuna khas Buleleng yang dipamerkan pada Buleleng Festival 2026.
Penulis: Doni
Selasa, 25 Agustus 2026 | 09:05:31 WIB

Pelaku UMKM asal Kabupaten Buleleng, Bali, meraup keuntungan hingga puluhan juta rupiah selama mengikuti Buleleng Festival 2026. Produk bakso ikan tuna lokal yang selama ini belum banyak dikenal masyarakat justru menjadi primadona di tengah keramaian festival.

BULELENG — Buleleng Festival 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga berkah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Salah satunya dirasakan Kadek Duwika, pelaku UMKM bakso ikan tuna asal Buleleng, yang mengaku omzetnya menembus puluhan juta rupiah selama festival berlangsung.

Keikutsertaan dalam festival yang digelar di Kabupaten Buleleng ini menjadi ruang promosi efektif untuk memperkenalkan produk yang selama ini belum banyak dikenal masyarakat luas. "Selama ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui produk bakso ikan tuna kami. Melalui Buleleng Festival, kami mendapatkan ruang untuk memperkenalkan produk secara langsung kepada masyarakat," ujar Kadek Duwika di Buleleng, Senin.

Antusiasme Pengunjung dan Dampak terhadap Penjualan

Antusiasme pengunjung selama festival disebut cukup tinggi. Bukan hanya sekadar membeli, sejumlah pengunjung juga menunjukkan ketertarikan lebih jauh terhadap produk tersebut.

Mereka kerap bertanya mengenai bahan baku, proses produksi, hingga peluang untuk membeli kembali produk setelah festival usai. Interaksi langsung ini dinilai menjadi nilai tambah yang tidak didapatkan dari penjualan daring.

"Yang paling penting bagi kami bukan hanya penjualan selama festival, tetapi masyarakat menjadi tahu bahwa ada produk bakso ikan tuna lokal Buleleng. Mudah-mudahan setelah ini mereka bisa kembali mencari produk kami," katanya menambahkan.

Strategi Promosi Langsung Lebih Efektif bagi Produk Lokal

Bagi pelaku UMKM, promosi secara langsung dianggap lebih efektif dibandingkan metode lainnya. Konsumen dapat melihat secara langsung tekstur produk dan mencicipi cita rasanya sebelum memutuskan membeli.

Kadek menilai Buleleng Festival telah memberikan ruang yang sangat berarti bagi pelaku UMKM lokal, khususnya usaha yang produknya belum banyak dikenal masyarakat. Hal ini sekaligus menjadi momentum untuk menjaring calon pelanggan baru dan memperluas pangsa pasar.

105 UMKM Ramaikan Buleleng Festival 2026

Buleleng Festival 2026 tercatat melibatkan 105 UMKM lokal yang menawarkan beragam produk. Mulai dari kuliner, olahan pangan, kriya, hingga fesyen turut memeriahkan gelaran tersebut.

Kehadiran puluhan UMKM ini menjadi bagian penting dalam menggerakkan roda perekonomian daerah. Selain itu, festival juga menjadi etalase untuk memperkenalkan potensi produk lokal Buleleng kepada masyarakat dan wisatawan yang berkunjung.

Ke depan, para pelaku UMKM berharap pemerintah daerah dapat terus menyelenggarakan kegiatan serupa secara berkelanjutan. "Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan UMKM lokal bisa terus dilibatkan dalam berbagai festival. Bagi usaha kecil, kesempatan seperti ini sangat membantu untuk memperkenalkan produk dan mengembangkan pasar," ujar Kadek.

Reporter: Doni