Bank Jateng Raih Peringkat idAA- dari PEFINDO, Total Aset Tembus Rp95 Triliun di Semester I 2026
SEMARANG — Bank Jateng mengumumkan perolehan peringkat idAA- dengan prospek stabil (Stable Outlook) dari PEFINDO untuk periode 2026–2027. Capaian ini menjadi pengakuan atas ketahanan fundamental perseroan di tengah dinamika industri perbankan nasional.
Direktur Utama Bank Jateng Bambang Widyatmoko menyebut peringkat tersebut bukan sekadar administrasi, melainkan cerminan kepercayaan publik dan penguatan tata kelola. "Pencapaian peringkat idAA- dengan prospek stabil ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan bukti nyata atas kepercayaan masyarakat Jawa Tengah serta hasil dari kerja keras seluruh insan Bank Jateng," ujarnya di Semarang, Senin (24/8/2026).
Modal Tangguh dan Likuiditas yang Terjaga
Rasio kecukupan modal (CAR) Bank Jateng berada di posisi 22,5% pada akhir Juni 2026. Angka ini memberi ruang ekspansi bisnis sekaligus menyerap potensi risiko yang mungkin timbul.
Dari sisi likuiditas, perseroan mengandalkan portofolio berisiko rendah seperti instrumen Bank Indonesia dan Surat Berharga Negara (SBN). Kondisi ini menjaga stabilitas operasional jangka pendek maupun panjang.
Porsi Kredit UMKM Capai 31,8 Persen
Bank pelat merah ini mencatat porsi pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebesar 31,8% dari total penyaluran kredit hingga Juni 2026. Sementara itu, pembiayaan konsumen bagi aparatur sipil negara (ASN) menyumbang sekitar 47% dari portofolio kredit.
Bambang menegaskan komitmen perseroan untuk memperluas pembiayaan sektor produktif. "Perbankan modern harus hadir dengan hati, memadukan kemudahan teknologi digital dengan kedekatan kepada nasabah," kata dia.
Jaringan 44 Kantor Cabang dan Lebih dari 10.604 Titik Layanan
Bank Jateng mengoperasikan 44 kantor cabang, 150 kantor cabang pembantu, serta lebih dari 10.604 kantor kas dan titik pembayaran. Total karyawan mencapai 6.751 insan yang tersebar di seluruh Jawa Tengah.
Pangsa pasar kredit dan simpanan perseroan berada di kisaran 16%–17% di provinsi ini. Sejak berdiri pada 1963, bank daerah ini terus memperkuat sinergi dengan pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota.
Transformasi Digital dan Kolaborasi Ekosistem Ekonomi
Ke depan, Bank Jateng akan mengakselerasi transformasi layanan perbankan, termasuk penguatan transaksi digital dan mobile banking. Perseroan juga membuka peluang kolaborasi dengan ekosistem ekonomi daerah.
"Kepercayaan yang diberikan kepada Bank Jateng menjadi tanggung jawab untuk terus memberikan kinerja terbaik. Kami ingin pertumbuhan Bank Jateng tidak hanya tercermin dari angka-angka keuangan, tetapi juga dari semakin besarnya manfaat yang dirasakan masyarakat dan pelaku usaha di Jawa Tengah," tutup Bambang.