Produksi Listrik PLTS Bangli Anjlok Drastis usai 36 Inverter Rusak, Pendapatan Daerah Susut Jadi Rp15 Juta per Bulan

Produksi listrik PLTS Bangli turun drastis menjadi 22.564 kWh setelah 36 inverter rusak, jauh di bawah kapasitas awal 1.210.013 kWh.
Penulis: Wahyu
Jumat, 28 Agustus 2026 | 03:24:31 WIB

BANGLI — Fasilitas PLTS yang dibangun pada 2013 itu kini hanya mampu memproduksi listrik 22.564 kWh, jauh di bawah produksi awal saat pertama beroperasi yang mencapai 1.210.013 kWh. Kerusakan massal komponen inverter menjadi biang keladi turunnya kinerja pembangkit yang dikelola Perseroda BMB tersebut.

Kabag Ekonomi Setda Bangli Dwi Wahyuni mengungkapkan, kerusakan inverter terjadi bertahap dan diperparah oleh sambaran petir pada April lalu. "Sisanya rusak. Karena pada April lalu kena sambaran petir sehingga menambah jumlah inverter yang rusak," ujarnya, Kamis (27/8).

Perbaikan Terkendala Suku Cadang yang Tak Lagi Diproduksi

Proses perbaikan tidak bisa dilakukan cepat. Perangkat PLTS yang berusia lebih dari satu dekade itu memiliki komponen berat, sementara suku cadangnya sudah tidak tersedia lagi di pasaran. Kondisi ini memaksa pemerintah daerah mencari jalan keluar di luar skema perbaikan konvensional.

Dwi Wahyuni menjelaskan bahwa opsi revitalisasi dengan menggandeng pihak ketiga atau investor sedang dijajaki. Selain itu, pemerintah kabupaten juga mengajukan permohonan bantuan ke pemerintah pusat dan Provinsi Bali.

Harapan Revitalisasi demi Pasokan Energi Bersih

Pemerintah Kabupaten Bangli berharap fasilitas tersebut segera direvitalisasi agar kembali berkontribusi dalam mendukung pasokan energi bersih, baik di tingkat lokal maupun nasional. Revitalisasi dinilai penting mengingat potensi pendapatan yang hilang cukup signifikan bagi kas daerah.

Dengan kapasitas normal, PLTS Bangli sebenarnya mampu menyumbang pendapatan antara Rp75 juta hingga Rp90 juta setiap bulannya. Angka tersebut kontras dengan realisasi saat ini yang hanya menyentuh Rp15 juta, menandakan adanya potensi penerimaan daerah yang menguap akibat kerusakan infrastruktur.

Langkah selanjutnya yang dinanti publik adalah kepastian skema revitalisasi, apakah akan melibatkan investor swasta melalui skema kerja sama atau mengandalkan anggaran dari pemerintah pusat dan provinsi. Keputusan ini menentukan seberapa cepat PLTS Bangli bisa kembali beroperasi optimal.

Reporter: Wahyu