KILASKINI.COM — Peristiwa bermula saat para karyawan proyek yang sedang beristirahat melihat kepulan asap dari ruang kantor yang terbuat dari peti kemas. Dalam waktu singkat, api membesar dan merambat ke kontainer gudang logistik yang menyimpan berbagai peralatan listrik.
"Situasi padam pukul 15.32 WIB. Dugaan penyebab korsleting listrik," ujar Petugas Command Center Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara kepada wartawan, Sabtu (29/8/2026).
Lokasi Kebakaran dan Proses Pemadaman
Lokasi kebakaran berada di dekat RS PIK, tepatnya di Jalan Pantai Indah Utara 3. Petugas pemadam kebakaran menerima laporan sekitar pukul 14.00 WIB dan langsung mengerahkan 7 unit mobil damkar beserta 42 personel ke lokasi kejadian.
Proses pemadaman melibatkan petugas damkar serta bantuan dari pihak keamanan dan karyawan RS PIK. Upaya tersebut berhasil melokalisir api agar tidak menjalar ke bangunan lain di sekitar lokasi proyek.
"Api dapat dilokalisir dan area pagar RS PIK sedikit terkena dampak karena menjadi akses masuk petugas dalam pemadaman," jelasnya.
Kerugian Material dan Dampak Insiden
Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, kerugian material ditaksir mencapai angka Rp 200 juta. Kerugian tersebut terutama berasal dari hangusnya peralatan listrik yang tersimpan di dalam kontainer gudang logistik proyek.
Kebakaran bedeng logistik ini menjadi pengingat akan pentingnya pemeriksaan instalasi listrik secara berkala di area proyek konstruksi. Korsleting listrik kerap menjadi pemicu utama kebakaran di lokasi-lokasi yang memiliki banyak peralatan elektronik dan kabel listrik sementara.
Pihak kepolisian dan instansi terkait di Jakarta Utara diharapkan melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran serta mengevaluasi kepatuhan standar keselamatan di lokasi proyek.