Pencarian

Harga Pertamax Turun Jadi Rp 15.950 per Liter per 29 Agustus 2026, Berlaku di Seluruh SPBU Indonesia

Sabtu, 29 Agustus 2026 • 10:05:31 WIB
Harga Pertamax Turun Jadi Rp 15.950 per Liter per 29 Agustus 2026, Berlaku di Seluruh SPBU Indonesia
Pertamina menurunkan harga Pertamax menjadi Rp 15.950 per liter mulai 29 Agustus 2026 di seluruh SPBU Indonesia.

KILASKINI.COM — Pertamina merespons fluktuasi harga minyak mentah dunia yang melandai dalam beberapa pekan terakhir. Penurunan ini memberi ruang napas bagi konsumen bahan bakar berkualitas tinggi di tengah tekanan biaya hidup yang masih terasa.

Meski tiga produk utama mengalami penyesuaian, Pertamina mempertahankan harga dua produk diesel andalannya. Keputusan ini menjaga stabilitas biaya logistik dan distribusi barang yang sensitif terhadap perubahan harga solar.

Rincian Lengkap Harga BBM Nonsubsidi Terbaru

Untuk wilayah dengan PBBKB 5 persen seperti DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, harga Pertamax Green 95 turun dari Rp 17.000 menjadi Rp 16.600 per liter. Penurunan paling signifikan terjadi pada Pertamax Turbo yang dipangkas Rp 1.000, dari Rp 19.300 menjadi Rp 18.300 per liter.

Harga Dexlite tetap bertahan di angka Rp 19.700 per liter. Pertamina Dex juga tidak berubah, masih dibanderol Rp 21.150 per liter. Konsumen di luar wilayah PBBKB 5 persen akan mendapati selisih harga kecil karena komponen pajak daerah yang berbeda antarprovinsi.

Apa Dampaknya untuk Konsumen dan Industri?

Penurunan harga Pertamax Turbo menjadi kabar baik bagi pemilik kendaraan berperforma tinggi dan pengguna modifikasi. Namun, yang lebih penting, harga Dexlite dan Pertamina Dex yang stabil memberikan kepastian bagi pelaku industri manufaktur dan transportasi yang mengandalkan solar berkualitas tinggi untuk operasional mesin.

BBM nonsubsidi menjadi pilihan utama masyarakat yang menginginkan kualitas lebih baik dibandingkan Pertalite. Dengan harga yang kini lebih bersahabat, Pertamina berharap peralihan konsumen dari BBM subsidi ke nonsubsidi meningkat. Targetnya, beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk kompensasi energi bisa ditekan.

Konteks Kebijakan dan Stabilitas Harga

Langkah Pertamina sejalan dengan arahan pemerintah yang memastikan harga BBM bersubsidi tidak naik hingga akhir tahun 2026. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen ini untuk menjaga daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah melalui harga Pertalite dan Solar yang stabil.

Penyesuaian harga BBM nonsubsidi dievaluasi setiap bulan oleh Pertamina, mengikuti tren harga minyak global dan nilai tukar rupiah. Jika harga minyak dunia terus melemah, penurunan lanjutan berpeluang terjadi pada periode berikutnya. Sebaliknya, gejolak geopolitik yang memicu kenaikan harga minyak bisa memaksa penyesuaian ke atas.

Sumber: inews.id

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks