Pencarian

129 Rumah Adat di Desa Sade NTB Ludes Terbakar, Pemerintah Siapkan Skema Rekonstruksi dan Rehabilitasi UMKM

Selasa, 25 Agustus 2026 • 08:19:32 WIB
129 Rumah Adat di Desa Sade NTB Ludes Terbakar, Pemerintah Siapkan Skema Rekonstruksi dan Rehabilitasi UMKM
rumah adat di Desa Sade, Lombok Tengah, ludes terbakar pada Minggu (23/8).

KILASKINI.COM — Kebakaran yang melanda Kampung Adat Sade tidak hanya menghanguskan tempat tinggal warga, tetapi juga melumpuhkan denyut ekonomi lokal yang bertumpu pada sektor pariwisata. Material rumah yang dominan terbuat dari atap ilalang dan dinding bambu membuat api dengan cepat melalap seluruh kawasan, menyisakan puing dan tanah lapang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan pemerintah pusat akan segera membahas teknis rekonstruksi. Namun, ia belum bisa membeberkan detail rencana lantaran proses evakuasi dan pendataan dampak masih berjalan.

"Kebakarannya baru kemarin baru dua hari, nanti tentu akan dibahas untuk rekonstruksi," ujarnya di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (24/8).

Skema Pemulihan Tak Hanya Fisik, tapi Juga Ekonomi

Pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan ulang fisik bangunan. Airlangga menegaskan akan ada skema rehabilitasi pembiayaan khusus, mengingat mayoritas warga Desa Sade adalah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menggantungkan hidup dari kunjungan wisatawan.

"Rehabilitasi nanti kita carikan yang berbeda. Nanti akan dibahas dengan Menteri Keuangan," imbuh Airlangga, merujuk pada pembahasan alokasi anggaran bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menegaskan komitmennya untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kementerian terkait dalam pemulihan sektor pariwisata. Prioritas utama saat ini adalah penanganan darurat bagi warga terdampak.

"Prioritas kita sekarang adalah masyarakat. Setelah kondisi darurat tertangani, kita akan bersama-sama memikirkan pemulihannya. Kita ingin Sade bangkit kembali tanpa kehilangan jati dirinya sebagai ruang hidup dan warisan budaya masyarakat Sasak," kata Widiyanti dalam siaran pers, Minggu (23/8).

Warga Kehilangan Rumah dan Mata Pencaharian

Dampak sosial ekonomi kebakaran ini sangat terasa. Sanah Ardinata, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Adat Sade, mengungkapkan bahwa warga saat ini mengungsi ke rumah sanak saudara. Bantuan logistik seperti makanan, selimut, dan tenda dilaporkan terus berdatangan.

"Tidak ada yang kedinginan dan kelaparan. Kami punya keluarga, kami bisa tinggal sementara di sana," ujarnya.

Meski kebutuhan dasar terpenuhi, Ardinata menyoroti hilangnya lapangan pekerjaan. Sebagian besar warga kehilangan penghasilan harian dari aktivitas pariwisata yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian desa.

"Semoga Desa Adat Sade ini bisa dibangun kembali. Kami kehilangan rumah dan kehilangan lapangan pekerjaan," keluhnya.

Warisan Leluhur yang Tersisa di Lombok

Desa Adat Sade merupakan satu-satunya kampung adat yang masih bertahan di Pulau Lombok. Keberadaannya menjadi kebanggaan masyarakat Sasak dan daya tarik utama wisatawan yang berkunjung ke NTB.

"Yang mana kampung kami ini kampung desa adat yang tersisa di Pulau Lombok. Jadi ini adalah kebanggaan kami yang merupakan warisan leluhur," imbuh Ardinata.

Keunikan arsitektur rumah, tradisi tenun, serta keseharian warga yang masih memegang teguh adat istiadat menjadi magnet wisata. Kini, pemerintah pusat dan daerah dituntut bekerja cepat untuk memastikan ikon budaya Lombok ini bisa berdiri kembali tanpa mengubah keaslian dan nilai historisnya.

Sumber: cnnindonesia.com

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks