TEGAL — Ketua Dewan Kesenian Kota Tegal (DKT), Suriali Andi Kustomo, menyebut masa 'bulan madu' media telah berakhir. Kini, media digital justru harus beradaptasi dengan keinginan publik yang bebas menentukan konten yang mereka konsumsi, sebuah pergeseran drastis dari era ketika media menjadi rujukan utama pembentuk opini.
Pernyataan itu disampaikan Andi dalam sambutannya pada malam tasyakuran HUT ke-13 puskapik.com di pelataran Gedung Lama DPRD Kota Tegal, Senin (24/8/2026). Menurutnya, umur 13 tahun bagi sebuah media digital adalah pencapaian yang tidak mudah di tengah gempuran informasi yang tidak terkendali.
Media Tak Lagi Jadi Rujukan Tunggal Pemerintah
Andi membandingkan kondisi industri media saat ini dengan masa lalu. Dahulu, pemasangan iklan relatif mudah dan pendapatan lebih terukur. Media juga memiliki posisi kuat, kerap menjadi rujukan pemerintah dalam menyampaikan informasi ke publik.
"Sekarang justru media yang harus mengikuti masyarakat. Apa yang dikehendaki publik, itu yang kemudian dipilih oleh media," ujar Andi.
Kondisi ini diperparah dengan derasnya arus informasi yang membuat pemerintah hingga media kesulitan mengendalikan narasi yang beredar. Siapa pun bisa memproduksi dan menyebarkan berita, sehingga media konvensional kehilangan monopoli informasi.
Konvergensi Platform Jadi Kunci Bertahan
Menghadapi realitas tersebut, Andi menegaskan bahwa media online tidak bisa lagi berdiri sendiri. Kolaborasi dengan platform lain, khususnya media sosial, menjadi keniscayaan agar konten bisa menjangkau pembaca yang lebih luas.
"Media online tidak bisa berdiri sendiri. Harus berkolaborasi dengan platform lain, termasuk media sosial," jelas Andi.
Ia mendorong puskapik.com untuk memperluas distribusi konten. Strategi ini dinilai penting tidak hanya untuk memperbesar audiens, tetapi juga untuk menjaga keberlanjutan media di tengah kompetisi yang semakin ketat.
Tegal dan Tradisi Sastra yang Terus Hidup
Dalam kesempatan yang sama, Andi juga menyinggung identitas Kota Tegal sebagai kota pecinta sastra. Ia mengaku sempat menceritakan hal ini saat berada di Jakarta pada 1 Agustus lalu.
Menurut Andi, tradisi membaca puisi dan kedekatan masyarakat dengan sastra adalah hal lumrah di Tegal. Perayaan HUT ke-13 puskapik.com dinilai sebagai salah satu penegas bahwa budaya literasi dan kesenian tetap tumbuh di kota tersebut.
"Puskapik.com malam ini mengukuhkan bahwa Tegal adalah kota yang dekat dengan sastra dan kesenian," tutup Andi.