AS Roma Incar Wilfried Zaha di Bursa Bebas Transfer, Ini Kendala Registrasinya
KILASKINI.COM — Ketertarikan Roma terhadap Zaha bukan barang baru. Pada 2023, saat tim masih ditangani Jose Mourinho, klub ibu kota Italia itu sempat mengincar pemain berusia 33 tahun asal Pantai Gading. Kini di bawah arahan Gian Piero Gasperini, kebutuhan akan penguatan di sektor sayap kiri kembali membuka peluang Zaha bergabung dengan tim Serigala Ibu Kota.
Kebutuhan Mendesak di Sektor Sayap Kiri
Permintaan akan pemain sayap kiri alami sebenarnya sudah disuarakan Gasperini sejak awal jendela transfer. Namun hingga bursa ditutup, manajemen klub belum berhasil memenuhi kebutuhan tersebut. Direktur Olahraga Roma, Tony D'Amico, akhirnya mengevaluasi sejumlah pemain berstatus bebas transfer sebagai solusi jangka pendek.
Zaha dinilai punya pengalaman luas di level tertinggi. Catatannya bersama Crystal Palace cukup mentereng: 458 penampilan di semua kompetisi dengan kontribusi 90 gol, termasuk 68 di Liga Primer Inggris. Pengalaman ini dianggap berharga untuk menambah daya gedor lini serang Roma.
Jejak Karier Zaha Sebelum Menganggur
Perjalanan Zaha menuju status bebas transfer cukup panjang. Pada Agustus 2018, ia meneken kontrak lima tahun bersama Crystal Palace. Jelang kontraknya berakhir pada 2023, klub sempat menawarkan perpanjangan empat musim dengan gaji sekitar £200.000 per pekan—angka yang bakal menjadikannya pemain dengan bayaran tertinggi dalam sejarah klub.
Alih-alih memperpanjang, Zaha justru memilih hengkang ke Galatasaray pada Juli 2023 dengan status bebas transfer. Ketertarikan tampil di Liga Champions menjadi daya tarik utama yang mengalahkan tawaran Lazio, Fenerbahce, Al-Nassr, hingga Crystal Palace sendiri. Kontrak tiga tahun pun diteken, dan 18 bulan terakhir masa baktinya dihabiskan sebagai pemain pinjaman di Charlotte FC, klub Major League Soccer (MLS).
Kendala Registrasi Pemain Baru di Eropa
Meski minat Roma kembali menguat, ada ganjalan yang tak bisa diabaikan. Klub tidak bisa mendaftarkan pemain anyar ke skuad UEFA mereka hingga batas waktu 4 Februari. Artinya, andai Zaha atau pemain bebas transfer lain direkrut dalam waktu dekat, mereka belum bisa tampil di kompetisi Eropa.
Selain Zaha, D'Amico juga memantau beberapa opsi lain di pasar bebas transfer. Raphael Guerreiro, mantan pemain sayap Borussia Dortmund dan Bayern Munchen yang dikenal serbaguna, masuk dalam daftar pertimbangan. Nama Krepin Diatta yang berusia 27 tahun juga disebut-sebut menjadi alternatif potensial.