Pencarian

306 Masjid dan Musala di Aceh Terima Bantuan Rp 11,6 Miliar dari Kemenag, Total Capai Rp 15,3 M

Jumat, 04 September 2026 • 15:57:01 WIB
306 Masjid dan Musala di Aceh Terima Bantuan Rp 11,6 Miliar dari Kemenag, Total Capai Rp 15,3 M
Kemenag menyalurkan bantuan tahap kedua senilai Rp 11,6 miliar untuk rehabilitasi 306 masjid dan musala di Aceh.

BANDA ACEH — Kementerian Agama menegaskan komitmennya memulihkan fungsi rumah ibadah pascabencana di Aceh dengan menyalurkan dana talangan tahap kedua. Bantuan senilai Rp 11,628 miliar tersebut menyasar 306 masjid dan musala yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota terdampak banjir dan longsor, dengan masing-masing penerima mendapatkan alokasi Rp 38 juta.

Dana tersebut dialokasikan khusus untuk rehabilitasi ringan serta pengadaan kebutuhan dan perlengkapan ibadah. Targetnya sederhana namun krusial: memastikan rumah ibadah dapat kembali difungsikan secara layak untuk kegiatan keagamaan masyarakat.

Proses Penyaluran Masuki Tahap Administrasi

Plt. Kabid Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Aceh, Alfirdaus Putra, mengungkapkan bahwa saat ini proses penyaluran tengah berjalan pada tahapan administrasi. Pihaknya sedang melakukan pendataan dan meminta nomor rekening dari masing-masing masjid dan musala calon penerima.

"Untuk tahap II saat ini kita sedang dalam proses meminta rekening masjid dan musala calon penerima. Setelah data rekening lengkap, selanjutnya akan diproses untuk penerbitan SK penerima bantuan di Direktorat Jenderal Bimas Islam," kata Alfirdaus dalam keterangannya, Jumat (4/9/2026).

Penyerahan bantuan secara simbolis telah dilakukan oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, dan diterima langsung oleh Alfirdaus serta Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Aceh Tamiang, Salamina.

Pepeling Dirjen Bimas: Uang Bukan Segalanya

Di tengah proses distribusi bantuan, Abu Rokhmad menyelipkan pesan yang lebih mendasar. Menurutnya, penanganan pascabencana tidak cukup hanya dengan membangun kembali fasilitas yang rusak secara fisik. Ada pekerjaan rumah yang lebih besar menanti: mengubah perilaku manusia terhadap alam.

"Seberapapun besar bantuan dan canggihnya teknologi yang diturunkan, tidak akan bisa menggantikan perubahan perilaku kita terhadap alam. Bantuan puluhan miliar itu tidak ada artinya jika kita tidak menghentikan kerusakan dan tidak mulai menjaga lingkungan dari hal-hal kecil," jelas Abu Rokhmad.

Ia mendorong penguatan konsep ekoteologi — membangun kesadaran keagamaan bahwa menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi. Pesan ini disampaikan mengingat Aceh merupakan salah satu wilayah langganan bencana hidrometeorologi.

"Nilai-nilai agama perlu terus dihadirkan dalam upaya menjaga lingkungan. Kepedulian terhadap alam tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat, termasuk melalui peran rumah ibadah dan para tokoh agama," ujarnya.

Bantuan Tahap I dan Harapan Pemulihan di Aceh

Sebelumnya, pada tahap pertama, Kemenag telah menyalurkan bantuan mencapai Rp 3,75 miliar kepada 85 masjid dan musala terdampak bencana di Aceh. Dengan demikian, total rumah ibadah yang telah menerima bantuan dari dua tahap penyaluran mencapai 391 lokasi.

Alfirdaus menambahkan, pihaknya berharap proses administrasi dapat segera diselesaikan agar bantuan segera diterima oleh masjid dan musala yang membutuhkan. "Bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat memulihkan kembali fungsi rumah ibadah pascabencana," jelasnya.

Sumber: detik.com

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks