Pencarian

Sepanjang 2026 Ada 127 Kejadian Cuaca Ekstrem di Sumut, Pemprov Perkuat Mitigasi di Enam Daerah

Jumat, 04 September 2026 • 15:25:01 WIB
Sepanjang 2026 Ada 127 Kejadian Cuaca Ekstrem di Sumut, Pemprov Perkuat Mitigasi di Enam Daerah
Suasana temu pers BPBD Provinsi Sumatera Utara terkait penguatan mitigasi bencana di enam daerah prioritas sepanjang 2026 di Medan, Jumat (4/9/2026).

MEDAN — Enam daerah di Sumatera Utara menjadi prioritas mitigasi bencana sepanjang 2026. Tiga jenis kejadian mendominasi: cuaca ekstrem tercatat 127 kali, tanah longsor 86 kali, dan banjir 73 kali sejak 1 Januari hingga 4 September 2026.

Kabupaten/kota yang masuk sasaran adalah Tapanuli Tengah, Kota Tanjungbalai, Samosir, Deliserdang, Mandailing Natal, dan Toba. Dari enam daerah itu, dua telah melaksanakan kegiatan awal: Tapanuli Tengah dan Tanjungbalai.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Sumut, Manutur P Naibaho, di sela temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, Jumat (4/9/2026).

Waraga Dilatih Membuat Jalur Evakuasi Sendiri

Menurut Manutur, materi utama mitigasi adalah membekali masyarakat agar mampu mengevakuasi diri secara mandiri. Warga dikenalkan karakteristik bencana di lingkungannya dan lokasi aman yang harus dituju.

“Kita latih dan mengajari mereka membuat jalur evakuasi. Tujuannya untuk mendidik masyarakat agar mampu mengevakuasi mandiri, mengenalkan bencana dan menyiapkan diri ke lokasi mana mereka akan dievakuasi,” ujarnya.

Pendekatan ini dinilai penting karena keterbatasan personel BPBD saat kejadian. Jika warga sudah paham kondisi sekitar, respons terhadap peringatan dini bisa lebih cepat.

Simulasi dan Peta Rawan Jadi Andalan

BPBD menyusun peta kawasan rawan bencana setiap daerah, mencakup potensi banjir, longsor, dan gempa berdasarkan kondisi geografis. Peta tersebut menjadi dasar penempatan alat peringatan dini dan jalur evakuasi.

Sosialisasi dan penyuluhan dilakukan ke pelajar maupun masyarakat umum. Tidak hanya teori, ada juga simulasi evakuasi mandiri dan uji coba alat peringatan dini atau Early Warning System (EWS).

BPBD juga mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk menyesuaikan tata ruang dengan tingkat risiko bencana. Langkah ini diharapkan mencegah pembangunan di zona rawan longsor dan banjir.

BPBD Siapkan Dokumen Kontinjensi Banjir

Kepala BPBD Sumut Tuahta Ramajaya Saragih menyebutkan pihaknya tengah menyusun Rencana Kontinjensi (Renkon) khusus bencana banjir. Sebelumnya Renkon untuk kebakaran hutan dan lahan serta gempa bumi sudah selesai.

“Program mitigasi adalah bagaimana cara kita untuk memanage persiapan sebelum terjadinya bencana. BPBD memiliki tiga tahap pekerjaan yakni persiapan, tanggap darurat dan pasca bencana,” kata Tuahta.

Dokumen lain yang sedang disusun meliputi Kajian Risiko Bencana (KRB) dan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB). Ketiganya menjadi acuan operasional BPBD di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Kantor BPBD Buka Ruang Edukasi Publik

BPBD Sumut memberikan kesempatan bagi organisasi, komunitas, atau kelompok masyarakat yang ingin mempelajari kesiapsiagaan bencana secara langsung. Edukasi bisa dilakukan di kantor BPBD dengan materi evakuasi dan simulasi ringan.

Langkah ini sekaligus memperluas jangkauan pelatihan tanpa harus menunggu kunjungan tim ke lapangan. Masyarakat yang berminat tinggal menghubungi kantor BPBD Provinsi Sumut untuk menjadwalkan kegiatan.

Sumber: beritanasional.id

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks