JAMBI — Langkah penguatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi kembali digencarkan lewat pemantauan langsung dari udara. Patroli ini melibatkan tiga instansi sekaligus, yakni Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kehutanan, dan Pemerintah Provinsi Jambi.
Satu Titik Api Terpantau di Lubuk Ruso
Hasil pemantauan menunjukkan adanya satu titik api yang diduga merupakan kebakaran baru di Lubuk Ruso, Kabupaten Batanghari. Temuan ini menjadi perhatian utama tim gabungan karena berpotensi meluas jika tidak segera ditangani.
Patroli udara tersebut dilakukan untuk memotret kondisi lapangan secara akurat. Data yang diperoleh akan menjadi dasar bagi tim gabungan untuk menerjunkan sumber daya pemadaman ke lokasi yang benar.
Apa yang Melatarbelakangi Patroli Udara Ini?
Langkah ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah atas potensi karhutla yang kerap muncul di tengah musim kemarau. Dengan melibatkan langsung kepala BNPB dan Menteri Kehutanan, sinyal dukungan penuh pemerintah pusat kepada daerah dalam menangani kebakaran lahan menjadi jelas.
Gubernur Jambi Al Haris yang turut serta dalam penerbangan menunjukkan keseriusan Pemprov Jambi untuk berkolaborasi dan mempercepat langkah penanganan karhutla di wilayahnya.
Peran Lintas Instansi dalam Penanganan Karhutla
Kolaborasi antara BNPB, Kementerian Kehutanan, dan pemerintah provinsi menjadi kunci dalam memperkuat sistem deteksi dini dan pemadaman. Pengawasan dari udara memungkinkan petugas menjangkau area luas yang sulit diakses melalui jalur darat.
Temuan titik api di Batanghari ini akan segera ditindaklanjuti oleh tim patroli darat yang berada di lapangan untuk melakukan pemadaman dan memastikan api tidak menyebar ke area lain.