BNPB Tutup Kawah Ijen Imbas Karhutla Gunung Ungup-Ungup, 20 Hektare Lahan Terbakar

Penutupan sementara Kawah Ijen diberlakukan imbas kebakaran hutan dan lahan di Gunung Ungup-Ungup yang telah menghanguskan 20 hektare lahan.
Penulis: Rendra
Jumat, 04 September 2026 | 19:30:31 WIB

KILASKINI.COMKebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Ungup-Ungup memasuki fase kritis. Titik api yang sebelumnya terkonsentrasi lereng timur kini merambah sisi selatan dan mengancam area penyangga Taman Wisata Alam Kawah Ijen. Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB mengambil langkah tegas dengan menutup sementara kawasan wisata kaldera paling populer di Jawa Timur itu, efektif per Jumat (4/9).

Topografi Terjal Hambat Mobilisasi Petugas

Data yang dihimpun dari posko lapangan menunjukkan luasan lahan terdampak telah menyentuh 20 hektare di dua kabupaten. Regu gabungan dari BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni, serta relawan diterjunkan. Namun, medan berupa tebing curam dan hembusan angin yang tidak menentu membuat upaya pemadaman dari jalur darat kerap terhambat.

"Yang terbakar tidak semua berupa api besar, banyak titik bara di bawah permukaan gambut tipis yang menyala perlahan," sebut seorang petugas lapangan BNPB dalam laporan situasi terbarunya. Kondisi asap yang mengepul tak menentu di sekitar punggungan gunung menjadi alasan utama penutupan akses ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Larangan Sementara dan Kepentingan Ekonomi Warga

Penutupan yang resmi diumumkan pihak UPT Taman Wisata Alam tersebut langsung berdampak pada aktivitas ekonomi. Ratusan portir dan pedagang yang biasa mangkal di area Parkir Paltuding otomatis kehilangan penghasilan.

Kebijakan ini memang punya dua sisi. Di satu sisi, menjamin keamanan dan kesehatan pengunjung yang rentan terdampak kabut asap.

Di sisi lain, penutupan tanpa batas waktu jelas memukul roda perekonomian lokal. BNPB menekankan bahwa pembukaan kembali kawasan hanya akan dilakukan jika status aman telah deklarasi resmi, dengan melihat hasil pemantauan visual maupun titik panas dari satelit. Koordinasi dengan pemerintah desa setempat dilakukan guna menyiapkan dampak lanjutan jika masa status tanggap darurat diperpanjang.

Reporter: Rendra