Pencarian

Data Karhutla Riau Beda 2.037,90 Hektare antara Kapolda dan BPBD, Bengkalis Catat Lahan Terbakar Terluas

Jumat, 04 September 2026 • 15:31:01 WIB
Data Karhutla Riau Beda 2.037,90 Hektare antara Kapolda dan BPBD, Bengkalis Catat Lahan Terbakar Terluas
Kapolda Riau mencatat luasan karhutla mencapai 16.545 hektare, sementara BPBD Riau mencatat 18.582,90 hektare.

PEKANBARU — Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memaparkan data luasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau mencapai 16.545 hektare. Angka itu disampaikan saat upacara kenaikan pangkat personel di Mapolda Riau, Rabu, 2 September 2026, dan diunggah pula di akun media sosial pribadinya.

Namun, akumulasi data BPBD Riau sejak 1 Januari 2026 menunjukkan luasan lahan terbakar 18.582,90 hektare. Kepala BPBD Riau M Edy Afrizal merinci ada 12.677 titik panas dan 618 titik api selama periode tersebut.

Beda 2.037,90 Hektare: Versi Mana yang Jadi Rujukan?

Selisih antara dua data itu lebih dari 2.000 hektare. Jika mengacu BPBD, luas terdampak 2.037,90 hektare lebih besar daripada yang disebut Kapolda.

Perbedaan ini memunculkan pertanyaan soal basis data yang dipakai masing-masing instansi. Padahal, luasan lahan terbakar kerap menjadi indikator utama untuk menilai seriusnya karhutla di daerah.

Data BPBD Riau sendiri telah dipublikasikan sejumlah media, termasuk Media Indonesia, ANTARA, dan media lokal Riau. Klaim Kapolda soal penurunan titik api dan situasi terkendali pun kini berhadapan dengan catatan BPBD yang masih menunjukkan luasan hampir 18,6 ribu hektare.

Bengkalis dan Pelalawan: Kontributor Terbesar Lahan Terbakar

Edy menyebutkan seluruh 12 kabupaten/kota di Riau terdampak karhutla. Bengkalis mencatat lahan terbakar paling luas, mencapai 8.454,40 hektare.

Disusul Pelalawan dengan 6.640,99 hektare, serta Indragiri Hilir 1.034,02 hektare. Rincian lain: Indragiri Hulu 605,02 hektare, Dumai 556,01 hektare, Rokan Hilir 452,53 hektare, Siak 373,06 hektare, Kepulauan Meranti 217,45 hektare, Kampar 141,66 hektare, Pekanbaru 103,33 hektare, Kuantan Singingi 69,87 hektare, dan Rokan Hulu 33,96 hektare.

Jika dijumlahkan, seluruh angka tersebut menghasilkan total 18.582,90 hektare, sesuai catatan BPBD.

Sisa Titik Api di Tiga Daerah, Pendinginan Gambut Jadi Prioritas

Edy mengungkapkan, kondisi terkini mulai membaik. Titik karhutla yang masih terpantau hanya tersisa di tiga daerah, yaitu Bengkalis, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir.

"Untuk titik karhutla hanya tinggal di tiga daerah saja. Yakni Bengkalis, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir. Saat ini juga masih terus dilakukan pemadaman," jelas Edy, Kamis, 3 September 2026.

Proses pendinginan menjadi perhatian utama, terutama di lahan gambut. Bara di bawah permukaan bisa bertahan dan kembali muncul saat kondisi kering.

"Jadi kita tetap waspada karena upaya penanganan tentu memastikan seluruh sumber api benar-benar padam sehingga tidak menimbulkan kebakaran kembali," lanjutnya.

Edy menambahkan, operasi modifikasi cuaca terus dilakukan setiap hari untuk mendukung pemadaman dan mencegah meluasnya karhutla.

Sumber: riauonline.co.id

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks