Primbon Jawa: Watak dan Rezeki Weton Selasa Pon, 8 September 2026

Warga membaca Primbon Jawa yang membahas watak dan rezeki weton Selasa Pon, 8 September 2026.
Penulis: Wahyu
Selasa, 08 September 2026 | 07:21:01 WIB

KILASKINI.COM — Setiap orang punya weton yang dihitung dari hari lahir dan pasaran. Untuk Selasa Pon, neptunya berjumlah 10, hasil penjumlahan nilai hari Selasa (3) dan pasaran Pon (7). Angka ini sering dipakai untuk menakar watak dan peruntungan dalam primbon Jawa.

Perlu diingat, ramalan ini bagian dari kekayaan tradisi dan budaya masyarakat Jawa, bukan patokan mutlak. Semua kembali pada usaha dan doa masing-masing.

Watak Sanggar Waringin: Setia dan Mengayomi

Pemilik weton Selasa Pon disebut memiliki watak Sanggar Waringin. Karakter ini menggambarkan sosok yang suka menaungi dan melindungi orang-orang terdekatnya, seperti pohon beringin yang rindang.

Kesetiaan menjadi ciri khas utama mereka, baik terhadap pasangan maupun sahabat. Dalam keseharian, kejujuran adalah prinsip yang selalu dipegang teguh.

Cerdas Tapi Suka Ngotot

Selain ramah, mereka yang lahir di weton ini umumnya punya wawasan luas dan kecerdasan di atas rata-rata. Kepekaan terhadap peluang baru juga termasuk kelebihan, sehingga tidak heran jika mereka lihai mencari jalan keluar dari masalah.

Namun, ada sisi keras kepala yang kerap menjadi tantangan. Begitu yakin pada pendiriannya, sulit bagi orang lain untuk mengubah keputusan mereka.

Karir dan Rezeki: Cocok Jadi Bos

Melihat karakter mandiri yang dimiliki, orang dengan weton Selasa Pon sangat cocok menekuni profesi sebagai wirausahawan, pedagang, atau pemimpin organisasi. Bekerja di bawah naungan orang lain kadang membuat jiwa independen mereka merasa terkekang.

Potensi rezeki pun disebut menjanjikan, apalagi jika mereka berani mengambil peran sebagai pengambil keputusan. Keberanian dan keteguhan hati menjadi modal utama untuk berkembang.

Bagaimana, apakah watak di atas cocok dengan kepribadianmu? Apapun hasil primbonnya, yang terpenting adalah tetap berusaha dan berdoa dalam menjalani hidup.

Reporter: Wahyu