PALU — Sebanyak 73 titik panas terpantau di Sulawesi Tengah, dan delapan di antaranya telah diverifikasi sebagai titik api yang memicu karhutla di sejumlah daerah. Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Achmad Muhaimin menyebut tim gabungan terus berupaya mengendalikan api agar tidak meluas ke permukiman warga.
Karhutla dilaporkan terjadi di Kota Palu, Kabupaten Banggai, Tojo Una-Una, dan Parigi Moutong. Sebagian titik berada di kawasan perbukitan dengan medan curam, sementara asap tebal sempat mengganggu jarak pandang pengguna jalan di beberapa ruas.
73 Titik Panas Terdeteksi, 8 Titik Api Terverifikasi
Berdasarkan pemantauan hotspot yang dilakukan kepolisian, dari total 73 titik panas yang terdeteksi, hanya delapan titik yang dipastikan sebagai api. Sisanya, 65 titik, bukan merupakan titik api setelah dilakukan verifikasi lapangan.
“Kami juga terus memantau titik-titik yang terindikasi mengalami kebakaran. Jadi saat ada muncul api, petugas bisa langsung tangani biar tidak meluas,” kata Achmad Muhaimin dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/9/2026).
Personel Brimob Dikerahkan dengan Peralatan Khusus Medan
Dalam proses pemadaman, personel Satbrimob Polda Sulteng menggunakan peralatan yang disesuaikan dengan kondisi medan. Petugas tidak hanya memadamkan api, tetapi juga melakukan penyisiran dan pendinginan di sekitar lokasi untuk memastikan api tidak kembali menyala, terutama di kawasan yang dipenuhi semak dan vegetasi kering.
Polda Sulteng melalui Polres jajaran mendapatkan dukungan penuh personel Satbrimob di bawah kepemimpinan Dansat Brimob Kombes Pol Kurniawan Tandi Rongre. Langkah ini diambil agar penanganan di lapangan berjalan cepat, mengingat angin kencang berpotensi memperluas area terdampak sewaktu-waktu.
Polisi Imbau Warga Tidak Bakar Lahan dan Sampah
Kabid Humas Polda Sulteng mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Aktivitas yang berpotensi memicu percikan api, seperti membakar sampah atau lahan, serta membuang puntung rokok sembarangan, diminta dihentikan.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar sampah atau lahan serta tidak membuang puntung rokok sembarangan karena dapat memicu kebakaran,” pungkasnya.
Penanganan karhutla ini menjadi perhatian serius aparat, mengingat dampak asap yang ditimbulkan tidak hanya mengganggu kesehatan warga, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan akibat jarak pandang yang menurun di sejumlah titik lokasi kebakaran.