iPhone Duo dan 18 Pro Kantongi TKDN 40%, Siap Masuk Indonesia
KILASKINI.COM — Kabar gembira bagi pengguna ekosistem iOS yang menunggu kehadiran model teranyar. Data pada laman resmi TKDN Kementerian Perindustrian menunjukkan tiga nomor model baru telah terdaftar atas nama PT Apple Indonesia. Ketiganya adalah kode untuk seri iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, dan satu unit unik bernama iPhone Duo.
Detail Model dan Nilai TKDN
Setiap perangkat dalam daftar tersebut mencatatkan nilai komponen lokal yang sama, yakni 40 persen. Angka ini memenuhi ambang batas minimum regulasi pemerintah agar produk elektronik dapat beredar luas. Berikut rincian pemetaan nomor model berdasarkan basis data resmi Apple:
- iPhone 18 Pro: Nomor model A3714 dengan nilai TKDN 40%.
- iPhone 18 Pro Max: Nomor model A3717 dengan nilai TKDN 40%.
- iPhone Duo: Nomor model A3720 dengan nilai TKDN 40%. Perangkat ini diklaim sebagai ponsel layar lipat pertama buatan Apple.
Tahap Sertifikasi Belum Rampung Total
Meski izin komponen lokal sudah dikantongi, konsumen belum bisa langsung membeli produk ini di toko resmi. Sertifikat TKDN hanya merupakan salah satu syarat administratif awal. Masih ada satu gerbang regulasi krusial yang harus dilewati sebelum penjualan dimulai.
Perangkat telekomunikasi wajib lolos uji sertifikasi Postel atau sertifikasi perangkat telekomunikasi dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Proses ini memastikan frekuensi radio dan keamanan jaringan sesuai standar nasional. Tanpa label Postel, distribusi barang akan dianggap ilegal meski TKDN sudah aman.
Langkah Distributor Resmi
Setelah kedua dokumen—TKDN dan Postel—terbit lengkap, barulah Apple bersama mitra distributor resminya di Indonesia dapat memulai skema pemasaran. Biasanya, fase ini diikuti oleh pengumuman harga jual lokal dan jadwal pre-order. Ketersediaan stok perdana sering kali terbatas untuk varian tertinggi seperti seri Pro Max.
Hadirnya iPhone Duo menandai perubahan strategi desain Apple yang selama ini konsisten menggunakan format candybar konvensional. Jika spesifikasi layar lipat ini terbukti stabil, segmen pasar premium Indonesia mungkin akan mengalami pergeseran preferensi. Pengguna yang mengutamakan produktivitas multi-tasking kemungkinan besar menjadi target utama perangkat hibrida ini.
Pantau terus kanal berita teknologi untuk informasi lanjutan mengenai tanggal rilis pasti dan estimasi harga rupiah setelah seluruh proses birokrasi Komdigi tuntas. Saat ini, fokus utama masih pada verifikasi teknis akhir sebelum produk menyentuh rak-rak ritel.