ESDM Buka Peluang Tambah Kuota BBM Subsidi 2026, Antrean Dipicu El Nino

Kementerian ESDM membuka peluang penambahan kuota BBM bersubsidi 2026, dengan solar subsidi sebagai prioritas.
Penulis: Doni
Kamis, 17 September 2026 | 05:41:01 WIB

KILASKINI.COM — Kementerian ESDM membuka peluang menambah kuota BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Biosolar pada 2026 setelah kenaikan harga BBM non-subsidi mengubah pola konsumsi masyarakat. Perhitungan penambahan kuota masih berjalan, dengan solar subsidi sebagai prioritas. Antrean panjang di sejumlah SPBU dipicu peralihan konsumsi dan fenomena El Nino yang membuat distribusi via sungai terganggu.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyatakan penambahan kuota BBM bersubsidi masih dalam tahap perhitungan. Pernyataan itu disampaikan usai rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (16/9/2026).

"Tetap dilakukan perhitungan-perhitungan, khususnya untuk solar, ya. Solar subsidi. Sepertinya akan ada penambahan kuota," kata Laode.

Pemicu utamanya adalah kenaikan harga BBM non-subsidi yang mengubah pola konsumsi sebagian pengguna. Sebagian masyarakat beralih ke jenis bersubsidi, sehingga tekanan pada kuota yang ada meningkat.

Konsumsi Pertalite Naik 12,92 Persen pada Juli 2026

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat konsumsi Pertalite naik 12,92 persen pada Juli 2026. Angka itu muncul sekitar sebulan setelah kenaikan harga Pertamax.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyebut konsumsi Pertalite pada Juli 2026 mencapai 85.589 kiloliter per hari. Selisihnya 9.794 kiloliter dibanding rata-rata penyaluran sebelum kenaikan harga Pertamax.

Lonjakan itu menjelaskan mengapa kuota yang tersedia terasa lebih cepat terserap di banyak daerah. Tanpa penambahan, risiko kelangkaan di titik-titik tertentu bisa meningkat.

El Nino Bikin Sungai Dangkal, Distribusi Dialihkan ke Darat

Antrean BBM di sejumlah daerah juga dipengaruhi fenomena El Nino. Laode menjelaskan El Nino membuat sungai-sungai dangkal sehingga tidak bisa dilalui kapal pengangkut BBM.

Kondisi itu memaksa distribusi dialihkan ke jalur darat menggunakan truk tangki. Perbedaan waktu pengiriman inilah yang menimbulkan penumpukan antrean di SPBU.

"Ketibaan truknya kan nggak secepat kalau kami kirim lewat sungai. Jadi, dia (truk tangki) membutuhkan waktu. Makanya ada waktu tunggu yang harus disiapkan di SPBU-SPBU itu," kata Laode, dikutip dari Antara.

Pasokan Dipastikan Aman, Masyarakat Diminta Tenang

Meski antrean terjadi di beberapa SPBU, Laode menegaskan pasokan BBM tidak terganggu. Pemerintah meminta masyarakat tidak khawatir dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

"Ini yang kami imbau kepada masyarakat, bahwa jangan khawatir. Barangnya ada," ujarnya.

Imbauan itu penting karena pembelian panik justru memperparah antrean. Warga yang mengisi BBM sesuai kebutuhan membantu menjaga stok tetap merata.

Status Penambahan Kuota: Masih Dihitung, Belum Diputuskan

Sampai saat ini, penambahan kuota BBM bersubsidi belum resmi ditetapkan. Pemerintah masih menghitung besaran dan jenis BBM yang akan ditambah, dengan solar subsidi sebagai kandidat utama.

Belum ada informasi resmi soal nominal tambahan kuota, jadwal pencairan, atau wilayah prioritas. Informasi terbaru hanya bisa dipastikan melalui kanal resmi Kementerian ESDM dan BPH Migas.

Masyarakat yang ingin memantau perkembangan kebijakan ini disarankan mengakses laman resmi esdm.go.id atau bphmigas.go.id. Hindari mempercayai informasi kuota dari sumber tidak resmi, termasuk tawaran perantara yang menjanjikan jatah BBM bersubsidi di luar ketentuan.

Reporter: Doni