Harga BBM Pertamina 17 September 2026: Pertamax Green 95 Naik Rp2.550 per Liter
KILASKINI.COM — Harga Pertamax Green 95 naik Rp2.550 menjadi Rp19.150 per liter per 17 September 2026, kenaikan tertinggi di antara produk Pertamina bulan ini. Sementara Pertamax RON 92 masih bertahan Rp15.950 per liter dan Pertalite tetap Rp10.000 per liter. Daftar harga berlaku di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, dengan angka berbeda di sejumlah wilayah luar Jawa.
Pertamina menyesuaikan sejumlah harga bahan bakar minyak nonsubsidi per 17 September 2026. Penyesuaian ini berlaku sejak awal bulan dan masih berlanjut hingga pertengahan September. Produk yang mengalami kenaikan paling tajam adalah Pertamax Green 95.
Di wilayah Pulau Jawa, harga Pertamax Green 95 kini mencapai Rp19.150 per liter, naik Rp2.550 dari tarif sebelumnya Rp16.600 per liter. Adapun Pertamax masih dipasarkan Rp15.950 per liter, sedangkan Pertalite dan Biosolar belum berubah sejak awal bulan.
Pertamax Green 95 Pimpin Kenaikan Harga September 2026
Kenaikan Rp2.550 per liter membuat Pertamax Green 95 menjadi produk dengan lonjakan harga tertinggi pada September 2026. Bahan bakar dengan RON 95 ini menyasar kendaraan modern yang menuntut oktan lebih tinggi.
Di sisi lain, Pertamax Turbo di wilayah Jawa dijual Rp19.600 per liter. Pertamina Dex berada di Rp25.200 per liter dan Dexlite Rp23.700 per liter. Harga tersebut berlaku untuk DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Daftar Harga BBM Pertamina di Pulau Jawa per 17 September 2026
- Pertamax Turbo: Rp19.600 per liter
- Pertamax Green 95: Rp19.150 per liter
- Pertamax: Rp15.950 per liter
- Pertamax Pertashop: Rp15.850 per liter
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Pertamina Dex: Rp25.200 per liter
- Dexlite: Rp23.700 per liter
- Biosolar Subsidi: Rp6.800 per liter
Harga di Sumatera: Aceh hingga Lampung
Wilayah Aceh dan Sumatera Utara mencatat harga Pertamax Rp16.300 per liter, lebih tinggi dari Jawa. Pertamax Turbo di dua provinsi itu Rp20.000 per liter, sementara Pertamina Dex Rp25.750 per liter dan Dexlite Rp24.200 per liter.
Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau punya tarif lebih tinggi lagi. Pertamax Turbo di sana Rp20.450 per liter, Pertamax Rp16.650 per liter, Pertamina Dex Rp26.300 per liter, dan Dexlite Rp24.750 per liter.
Untuk Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung, harga mengikuti pola Aceh. Pertamax Turbo Rp20.000 per liter, Pertamax Rp16.300 per liter, Pertamina Dex Rp25.750 per liter, dan Dexlite Rp24.200 per liter.
Dua kawasan perdagangan bebas menawarkan harga lebih murah. FTZ Sabang menjual Pertamax Rp14.950 per liter dan Dexlite Rp22.150 per liter. FTZ Batam memasang Pertamax Turbo Rp18.550 per liter, Pertamax Rp15.150 per liter, dan Dexlite Rp22.500 per liter.
Bali, Nusa Tenggara, dan Kalimantan
Bali, NTB, dan NTT memakai tarif setara Jawa untuk sebagian besar produk. Pertamax Turbo Rp19.600 per liter, Pertamax Rp15.950 per liter, Pertamina Dex Rp25.200 per liter, dan Dexlite Rp23.700 per liter. Khusus NTT, tersedia Biosolar Non-Subsidi Rp23.600 per liter.
Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur menjual Pertamax Turbo Rp20.000 per liter, Pertamax Rp16.300 per liter, Pertamina Dex Rp25.750 per liter, dan Dexlite Rp24.200 per liter. Kalimantan Utara lebih tinggi dengan Pertamax Turbo Rp20.450 per liter dan Pertamax Rp16.650 per liter.
Sulawesi, Maluku, dan Papua
Seluruh Sulawesi memakai tarif Pertamax Turbo Rp20.000 per liter, Pertamax Rp16.300 per liter, Pertamina Dex Rp25.750 per liter, dan Dexlite Rp24.200 per liter. Pola ini sama dengan Aceh dan Sumatera Utara.
Maluku dan Maluku Utara tidak menjual Pertamax Turbo. Pertamax di sana Rp16.300 per liter, Pertamax Pertashop Rp16.200 per liter, dan Dexlite Rp24.200 per liter. Biosolar Subsidi tetap Rp6.800 per liter.
Papua menetapkan Pertamax Turbo Rp20.000 per liter, Pertamax Rp16.300 per liter, dan Dexlite Rp24.200 per liter. Papua Barat menjual Pertamax Rp16.300 per liter, Pertamina Dex Rp25.750 per liter, dan Dexlite Rp24.200 per liter. Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah mengikuti pola serupa.
Harga Pertalite di seluruh wilayah yang tercatat tetap Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar Subsidi Rp6.800 per liter. Perbedaan antarwilayah mengikuti biaya distribusi dan lokasi masing-masing daerah.