KILASKINI.COM — Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara menjadi fondasi utama menarik investasi jangka panjang di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 6 persen pada APBN 2027, dengan investasi diharapkan tumbuh minimal 7 persen. Komitmen itu disampaikan dalam Investor Meeting Kemenkeu bersama Bank Indonesia dan Danantara yang digelar Deutsche Bank di Thailand.
Suahasil menyebut Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang menopang kepercayaan investor. Fondasi itu ditopang kredibilitas APBN, stabilitas makroekonomi, serta koordinasi kebijakan fiskal dan moneter yang terus diperkuat.
Dari sisi makroekonomi, sejumlah indikator menunjukkan aktivitas domestik tetap terjaga. Inflasi Indonesia tercatat 3,3 persen pada akhir September 2026. Indeks manufaktur (PMI) kembali ke zona ekspansi di level 52,4 pada September 2026, sementara neraca perdagangan kembali mencatatkan surplus.
Pemerintah Jaga Defisit APBN di Bawah 3 Persen PDB
Suahasil menjelaskan pemerintah terus menjaga kredibilitas pengelolaan ekonomi lewat kebijakan fiskal yang disiplin, terukur, dan adaptif. Defisit APBN dipertahankan di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan mendukung pertumbuhan dan melindungi masyarakat.
"Kebijakan fiskal harus mampu merespons berbagai tekanan, baik dari geopolitik, perdagangan, volatilitas pasar, maupun harga domestik, tanpa menggerus penyangga fiskal untuk masa depan," jelasnya.
Pemerintah juga mencermati sejumlah risiko eksternal. Suahasil menyoroti fragmentasi perdagangan dunia, volatilitas harga komoditas, dan tingginya suku bunga global yang berpotensi memengaruhi perekonomian domestik.
"Pemerintah tetap mencermati risiko, antara lain fragmentasi perdagangan dunia, volatilitas harga komoditas, dan tingginya suku bunga global, yang dapat memengaruhi perekonomian domestik," kata Suahasil.
Investasi Jadi Motor Utama Pertumbuhan 2027
Pemerintah menempatkan investasi sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi ke depan. Dalam APBN 2027, target pertumbuhan ekonomi dipatok 6 persen, dengan investasi diharapkan tumbuh setidaknya 7 persen.
Untuk mendukung pencapaian itu, pemerintah mendorong sinergi antara kebijakan fiskal, peran Danantara dalam investasi strategis, serta partisipasi sektor swasta.
"Untuk mendukung pencapaian tersebut, pemerintah mendorong sinergi antara kebijakan fiskal, peran Danantara dalam investasi strategis, serta partisipasi sektor swasta," imbuh Suahasil.
Tiga Langkah Bangun Kepercayaan Investor Jangka Panjang
Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Suminto menegaskan fokus pemerintah bukan sekadar mendatangkan investasi masuk. Sasaran yang lebih besar adalah membuat Indonesia memperoleh kepercayaan investor yang berkelanjutan dalam jangka panjang.
Pemerintah menempuh tiga langkah penting. Pertama, membangun kredibilitas, kinerja, dan stabilitas perekonomian, baik fiskal, moneter, maupun sektor keuangan.
"Kredibilitas dan kinerja perekonomian serta arah kebijakan juga secara reguler kita komunikasikan kepada market/investor secara terpadu," ujar Suminto.
Kedua, menjaga disiplin dan integritas pasar. Langkah ini dinilai penting untuk membangun pasar keuangan yang lebih dalam, aktif, dan likuid. Ketiga, melakukan pendalaman pasar keuangan, terutama dengan memperkuat investor institusional maupun ritel domestik.
"Sehingga pasar keuangan tidak saja lebih aktif dan likuid, namun juga lebih resilien dalam menghadapi dinamika keuangan global," paparnya.
Baca Juga: Pemerintah Andalkan Danantara dan Swasta untuk Kejar Investasi 2027
Bagi pelaku pasar, sinyal disiplin fiskal dan pendalaman pasar keuangan menjadi acuan dalam menimbang risiko obligasi negara maupun instrumen pasar uang. Komunikasi kebijakan yang rutin ke investor dinilai menjadi kunci menjaga premi risiko Indonesia tetap terkendali di tengah volatilitas global.