Lim Chai Hock Divestasi 100 Juta Saham BYAN, Raup Rp 1,12 Triliun
KILASKINI.COM — Direktur PT Bayan Resources Tbk (BYAN) Lim Chai Hock melepas 100.001.000 saham perseroan pada 14 Oktober 2026 dengan harga Rp 11.200 per saham. Dari transaksi itu, ia mengantongi dana sekitar Rp 1,12 triliun. Aksi divestasi ini berjalan seiring pembelian saham oleh pemilik utama BYAN, Low Tuck Kwong, di hari dan harga yang sama.
Keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat Lim Chai Hock menjual saham biasa BYAN secara langsung atau kepemilikan langsung. Transaksi tersebut bukan merupakan perjanjian repurchase agreement, dan tujuan penjualan tercatat sebagai divestasi.
Sebelum transaksi, Lim Chai Hock memegang 1.087.150.000 saham BYAN atau setara 3,26% hak suara. Setelah penjualan, kepemilikannya turun menjadi 987.149.000 saham dengan hak suara 2,96%.
Porsi Kepemilikan Lim Chai Hock Sebelum dan Sesudah Transaksi
- Sebelum transaksi: 1.087.150.000 saham, setara 3,26% hak suara
- Jumlah saham yang dilepas: 100.001.000 saham
- Harga transaksi: Rp 11.200 per saham
- Nilai penjualan: sekitar Rp 1,12 triliun
- Setelah transaksi: 987.149.000 saham, setara 2,96% hak suara
Penjualan itu dilakukan pada 14 Oktober 2026, tanggal yang sama dengan aksi pembelian saham oleh Low Tuck Kwong. Konglomerat pemilik BYAN tersebut menyerap saham di harga Rp 11.200 per saham dengan nilai pembelian Rp 1.120.011.200.000.
Low Tuck Kwong Justru Menambah Porsi di Harga yang Sama
Laporan BEI menyebut pembelian Low Tuck Kwong berstatus kepemilikan langsung, bukan bagian dari perjanjian repo, dan bertujuan investasi. Sebelum transaksi, ia memiliki 3.316.666.832 saham BYAN dengan hak suara 9,95%.
Setelah pembelian, jumlah saham Low Tuck Kwong naik menjadi 3.416.667.832 saham, dengan hak suara 10,25%. Kenaikan porsi itu menembus level 10% dan menegaskan posisinya sebagai pemegang saham pengendali perseroan.
Dua Arah Transaksi di Satu Hari: Divestasi Bertemu Akumulasi
Transaksi Lim Chai Hock dan Low Tuck Kwong terjadi di harga yang identik, Rp 11.200 per saham, pada tanggal yang sama. Pola ini lazim disebut crossing, ketika satu pihak melepas dan pihak lain menyerap di harga kesepakatan.
Bagi Lim Chai Hock, penjualan 100 juta saham merupakan divestasi atas sebagian kepemilikan yang sebelumnya 3,26%. Bagi Low Tuck Kwong, langkah tersebut memperkuat kendali atas BYAN di tengah posisinya sebagai pemilik utama perusahaan tambang batu bara itu.
Arti Transaksi bagi Pemegang Saham BYAN
Perubahan komposisi kepemilikan di level direksi dan pemegang saham utama menjadi perhatian investor karena menyangkut struktur kendali perseroan. Porsi Low Tuck Kwong yang naik ke 10,25% memberi bobot lebih besar dalam setiap keputusan strategis yang membutuhkan persetujuan pemegang saham.
Sementara itu, penurunan porsi Lim Chai Hock ke 2,96% tidak mengubah statusnya sebagai direktur perseroan. Transaksi di harga Rp 11.200 per saham juga menjadi acuan harga yang disepakati kedua pihak pada hari tersebut.
Investor umumnya mencermati aksi jual beli saham oleh orang dalam sebagai sinyal arah pandangan manajemen terhadap valuasi perseroan. Dalam kasus ini, satu pihak mengurangi eksposur, pihak lain justru menambah, di harga yang sama.