Kisah Alfie Conn, Bintang Tottenham yang Seberangi Garis Rangers-Celtic
KILASKINI.COM — Alfie Conn mencatat sejarah sebagai pesepakbola pertama era pasca-Perang Dunia II yang membela Rangers dan Celtic. Sebelum melintasi sekat Old Firm, gelandang Skotlandia itu lebih dulu menjadi ikon budaya di Tottenham Hotspur pada 1970-an dengan gaya bermain nyentrik dan penampilan khas rock 'n' roll.
Di White Hart Lane pada pertengahan dekade itu, Conn dijuluki sebagai "George Best-nya Tottenham". Rambut ikalnya tergerai melewati kerah, cambang tebal, kumis rapi, dan kaus yang dibiarkan keluar dari celana pendek. Penampilan itu sejalan dengan cara ia merangkai permainan: berani, santai, dan sering melawan pakem.
Kedatangan Conn dari Rangers pada 1974 menelan biaya 140.000 poundsterling, nominal besar untuk ukuran saat itu. Ia menjadi rekrutan terakhir Bill Nicholson sebelum sang manajer mundur, dan langsung merebut hati suporter yang tumbuh besar di era kejayaan Spurs.
Debut Sempurna dengan Hat-trick di Newcastle
Conn butuh enam bulan untuk menembus tim inti karena cedera dan pergantian pelatih. Terry Neill, pengganti Nicholson, memberinya kesempatan penuh pada Januari 1975. Laga tandang ke Newcastle berakhir 5-2 untuk Spurs, dan Conn mencetak tiga gol.
"Ayah dan kakek saya datang dari Glasgow, dan saya pulang bersama mereka setelahnya," kenang Conn. "Kami minum-minum di kereta, dan ketika kondektur lewat, kakek saya bilang kami merayakan hat-trick saya. Ujungnya dia yang mengambil alih tugas kondektur itu!"
Saat Conn Duduk di Atas Bola dan Memancing Amarah Leeds
Momen paling terkenal lahir di laga terakhir musim itu melawan Leeds United, tim yang tengah bersiap menghadapi Bayern Munich di final Piala Eropa. Conn menyumbang satu gol dan dua assist saat Spurs memimpin 3-0, lalu sengaja duduk di atas bola untuk mengejek Billy Bremner dan Norman Hunter.
"Saya tidak tahu kenapa melakukannya. Begitu menoleh dan melihat Pat Jennings menggeleng, saya berpikir, apa yang barusan saya perbuat?" ujarnya. Leeds bangkit dan memperkecil jadi 3-2 sebelum Spurs menang 4-2 lewat penalti dan selamat dari degradasi.
Insiden itu mengukuhkan namanya di folklore Tottenham. Grafiti "Alfie Conn is God" bertahan di sejumlah sudut London utara jauh setelah ia pergi. Namun ia hanya tampil 49 kali untuk Spurs dengan 10 gol, karena Burkinshaw juga kurang memberi ruang bagi pemain bertipe maverick seperti dirinya.
Jock Stein dan Syarat Potong Rambut Sebelum ke Celtic
Pada 1977, saat Spurs terdegradasi, Conn dihubungi Jock Stein. "Tidak ada orang lain yang bisa membujuk saya pergi, tapi dia berbeda," kata Conn. Stein mengajukan satu syarat: potong rambut dan cukur bersih. Conn setuju, dan Stein langsung menyebut sudah memesan tukang cukur untuk besoknya.
Bersama Celtic, ia meraih dua gelar liga dan satu Piala Skotlandia. Kepindahan itu menuai masalah sosial. "Sahabat saya, yang jadi best man di pernikahan saya, adalah penggemar fanatik Rangers dan tidak pernah bicara lagi dengan saya," ujarnya.
Ibrox 1971 dan Luka yang Tak Pernah Hilang
Sebelum semua itu, Conn remaja ikut dalam laga Old Firm Januari 1971 yang berakhir tragedi. Sebanyak 66 pendukung Rangers tewas dan lebih dari 200 terluka dalam desakan di akhir pertandingan. Ia baru tahu kejadian itu malam harinya ketika ibunya menelepon.
Selama berhari-hari, para pemain Rangers mendatangi rumah sakit dan pemakaman. "Kadang tiga pemakaman sehari, salah satunya untuk lima saudara kandung yang tinggal di jalan dekat rumah," kenang Conn. "Berat badan saya turun lebih dari enam kilogram."
Setahun setelah tragedi, Conn merasakan puncak karier di Rangers: juara Piala Winners Eropa 1972 di Camp Nou. Rangers mengalahkan Dynamo Moscow 3-2 di tengah dua kali invasi lapangan dan kekacauan di kota Barcelona. Trofi diserahkan di ruang kecil di dalam stadion, bukan di lapangan.
Kini berusia 72 tahun, Conn hidup dengan kenangan panjang dan kehilangan. Istrinya, Sue, meninggal pada 2021 karena penyakit motor neuron, dan ia menggalang dana untuk lembaga amal MND lewat acara serta royalti autobiografinya, "What's It All About? The Alfie Conn Story".