Bayi 2 Minggu Meninggal Usai Disusui, Ini yang Perlu Ibu Tahu soal Tersedak

Bayi berusia dua minggu di Distrik Tiruvallur, India, meninggal setelah tersedak saat disusui.
Penulis: Farah
Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:00:31 WIB

KILASKINI.COM — Bayi laki-laki berusia dua minggu di Distrik Tiruvallur, Tamil Nadu, India, meninggal setelah tersedak saat disusui ibunya. Polisi Periyapalayam masih menyelidiki penyebabnya. Dari kasus ini, ibu bisa mempelajari tanda bahaya dan langkah pertolongan pertama saat bayi tersedak.

Bayi berusia dua minggu itu disusui ibunya di rumah, lalu tiba-tiba tersedak dan mengalami komplikasi. Keluarga langsung membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat, tetapi nyawanya tidak tertolong. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu sore di Desa Tirunilai, dekat Ponneri, Distrik Tiruvallur, Tamil Nadu, India.

Kepolisian Periyapalayam mencatat laporan dan menyerahkan jenazah kepada keluarga. Hingga laporan diterbitkan, penyebab pasti kejadian masih diselidiki. Bagi ibu di rumah, kasus ini jadi pengingat bahwa menyusui pun butuh kewaspadaan.

Siapa Bayi yang Meninggal dan Bagaimana Kronologinya

Bayi tersebut adalah anak ketiga dan bungsu pasangan Senthil Kumar (25) dan Madumitha (23). Senthil bekerja sebagai sopir truk. Menurut keterangan polisi, Madumitha sedang menyusui bayinya ketika sang anak tersedak dan mengalami komplikasi.

Madumitha membawa bayi ke pusat layanan kesehatan primer tak jauh dari desa. Setelah penanganan awal, bayi dirujuk ke rumah sakit pemerintah di Ponneri. Dokter di sana menyatakan bayi telah meninggal dunia.

Tanda Bayi Tersedak yang Tidak Boleh Diabaikan

Tersedak pada bayi bisa terjadi saat menyusui, makan, atau bermain. Pada anak usia 1–5 tahun, kebiasaan memasukkan benda kecil ke mulut meningkatkan risiko sumbatan saluran napas. Benda seperti kelereng, manik-manik, dan baterai kancing sebaiknya disimpan jauh dari jangkauan.

Untuk bayi yang sedang menyusu, waspadai perubahan mendadak. Jika bayi tiba-tiba batuk, sulit bernapas, atau tidak bisa bersuara, itu tanda sumbatan perlu ditangani cepat. Jangan menunggu sampai bayi membiru.

Pertolongan Pertama saat Bayi Tersedak

Langkah pertama, periksa apakah benda penyumbat terlihat dan mudah dijangkau. Keluarkan dengan hati-hati, jangan menyapu jari membabi buta ke dalam mulut karena bisa mendorong benda lebih dalam. Jika bayi masih bisa batuk kuat, biarkan ia batuk sambil terus diawasi.

Bila batuk melemah, bayi tidak bersuara, atau kesulitan bernapas, segera minta bantuan darurat. Sesuaikan tindakan dengan usia: bayi di bawah satu tahun mendapat tepukan punggung dan dorongan dada, sedangkan anak di atas satu tahun bisa diberi tepukan punggung dan dorongan perut.

Cara Tepukan Punggung pada Bayi di Bawah Satu Tahun

Duduklah dengan posisi stabil, lalu tengkurapkan bayi di sepanjang lengan bawah atau paha. Sangga kepala dan lehernya dengan baik. Berikan maksimal lima tepukan tegas memakai pangkal telapak tangan di tengah punggung, tepat di antara kedua tulang belikat.

Setelah setiap tepukan, periksa apakah benda sudah keluar. Hentikan tindakan begitu sumbatan teratasi. Jika belum, lanjutkan sesuai prosedur sambil menunggu bantuan medis datang.

Kapan Harus Segera ke Dokter

Bawa bayi ke fasilitas kesehatan bila sumbatan tidak keluar setelah pertolongan pertama, bayi tampak lemas, atau napasnya masih berat. Jangan menunda meski bayi sempat tenang kembali. Pemeriksaan lanjutan membantu memastikan saluran napas benar-benar bersih.

Untuk ibu yang sedang menyusui, posisikan kepala bayi sedikit lebih tinggi dan pastikan mulutnya menempel sempurna. Aliran ASI yang terlalu deras bisa membuat bayi tersedak, jadi sesuaikan posisi dan jeda menyusui.

Menguasai tepukan punggung dan dorongan dada adalah keterampilan yang layak dilatih sebelum situasi darurat datang. Semakin tenang ibu, semakin cepat pertolongan diberikan.

Reporter: Farah