Drone Gerbera Rusia Pakai Modem Mesh China, Jangkauan Serangan Makin Jauh
KILASKINI.COM — Investigasi terbaru menemukan modem mesh networking buatan Shenzhen Xingkai Technology terpasang di drone Gerbera Rusia yang jatuh di Ukraina, memperluas jangkauan kendali serangan. Temuan ini memicu kekhawatiran soal kemampuan Rusia mengarahkan armada UAV secara terkoordinasi ke target yang lebih jauh. Perangkat keras dari produsen China itu dikirim langsung ke pemasok militer Rusia di Alabuga untuk dirakit.
Jejak modem mesh sebenarnya sudah terdeteksi di sejumlah drone sejak 2024. Namun, dugaan menguat bahwa Rusia baru benar-benar mengadopsi teknologi mesh setelah aksesnya ke Starlink diblokir pada Februari 2026.
Apa Itu Mesh Networking dan Mengapa Penting
Mesh networking memungkinkan sejumlah perangkat saling terhubung dan berbagi sinyal secara langsung tanpa bergantung pada satu menara pemancar. Dalam konteks drone, teknologi ini membuat armada UAV bisa terbang dalam formasi dan tetap terkoordinasi meski berada jauh dari operator.
Dengan kemampuan menjaga formasi lewat mesh networking, Rusia punya opsi mengarahkan drone ke sasaran yang lebih jauh dari jangkauan normal. Kemampuan ini yang membuat temuan di drone Gerbera jadi sorotan.
Jalur Distribusi dari Shenzhen ke Alabuga
Investigasi The Insider sebelumnya menemukan adanya pesanan 30 modem mesh yang dikirim dari Shenzhen Xingkai ke Vladivostok, Rusia. Penelusuran terbaru berfokus pada satu modem yang ditemukan di drone Gerbera lengkap dengan vertical stabilizer.
Bekerja sama dengan investigator independen Nordsint, yang penyelidiknya menyamar sebagai pelaku bisnis rantai pasok militer Rusia, terungkap bahwa Xingkai Tech adalah pemasok sekaligus satu-satunya produsen perangkat keras tersebut. Modem mesh dikirim langsung ke pemasok militer Rusia di Alabuga untuk dirakit bersama drone Gerbera.
Laporan itu juga menyoroti penggunaan chip AMD FPGA (field-programmable gate array) di perangkat keras Shenzhen Xingkai Technology. AMD membantah memiliki hubungan dagang dengan perusahaan tersebut.
"Xingkai Technology is not an AMD customer or authorized partner, and AMD has not sold products to the company. AMD complies with all applicable U.S. export control and sanctions laws and strictly prohibits the export or reexport of AMD products to Russia in violation of those requirements," kata AMD seperti dikutip The Insider.
Kekhawatiran Serangan ke Wilayah Lebih Luas
Kemampuan mesh networking memperbesar kekhawatiran soal skala operasi Rusia. Surat kabar Spanyol El Mundo melaporkan pada awal 2026 bahwa intelijen Amerika Serikat telah memberi tahu pemerintah Eropa bahwa Rusia berpotensi melancarkan serangan drone ke negara mana pun di Mediterania.
Seorang pejabat pemerintah Lituania, yang dikutip dengan syarat anonim, menyebut skenario serangan itu bukan hal mustahil. "They will use drones launched from the sea, hidden in the container of a ship; it is not difficult at all," ujarnya.
Kelayakan risiko serangan itu bergantung pada kemampuan Kremlin memanfaatkan armada kapal "shadow fleet". Temuan teknologi mesh di drone Gerbera membuat risiko tersebut tampak lebih mungkin terjadi jika Rusia hendak memperluas jangkauan operasi militernya.
Sejauh ini belum ada indikasi bahwa Shenzhen Xingkai Technology mengetahui tujuan akhir perangkat kerasnya. Namun, jalur pengiriman langsung ke pemasok militer Rusia menunjukkan komponen mesh China kini menjadi bagian dari rantai pasok persenjataan yang dipakai di medan perang Ukraina.