KILASKINI.COM — Kabar ini menjawab kekhawatiran pengguna lama yang masa gratis fitur satelitnya akan habis tahun ini. Tanpa perpanjangan, sebagian pengguna iPhone 14 dan iPhone 15 sudah harus membayar untuk mengakses layanan tersebut mulai akhir 2025.
Apple menegaskan perpanjangan berlaku bagi pengguna yang mengaktifkan perangkatnya di negara yang mendukung fitur satelit sebelum tengah malam waktu Pasifik pada 9 September. Daftar negara pendukung bisa dicek di halaman dukungan resmi Apple.
Siapa Saja yang Kebagian Perpanjangan
Perpanjangan kali ini mencakup tiga generasi iPhone sekaligus. Ini pertama kalinya pengguna iPhone 16 ikut masuk dalam skema gratis tambahan.
- iPhone 14 series — pertama kali dapat perpanjangan pada November 2023
- iPhone 15 series — masuk perpanjangan tahun lalu
- iPhone 16 series — baru ditambahkan pada perpanjangan terbaru ini
Pembeli iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, dan iPhone Duo tetap mendapat masa gratis satu tahun sejak aktivasi, terpisah dari perpanjangan ini.
Fitur Satelit Apa Saja yang Dicakup
Apple mengelompokkan empat layanan di bawah istilah "satellite features". Semuanya bisa dipakai saat pengguna berada di luar jangkauan seluler dan Wi-Fi.
- Emergency SOS via satellite — menghubungi layanan darurat lewat satelit saat tidak ada sinyal
- Messages via satellite — kirim pesan teks lewat satelit
- Roadside Assistance via satellite — minta bantuan darurat di jalan lewat satelit
- Find My via satellite — bagikan lokasi ke kontak lewat satelit
Fitur-fitur ini pertama kali diperkenalkan bersama iPhone 14 pada 2022. Saat itu Apple menjanjikan akses gratis dua tahun, yang kemudian diperpanjang berkali-kali.
Harga Berbayarnya Masih Misteri
Hingga kini Apple belum mengumumkan berapa tarif fitur satelit setelah masa gratis habis. Ini pertanyaan yang menggantung sejak layanan pertama kali diluncurkan tiga tahun lalu.
Sejumlah pengamat menduga Apple akan tetap menggratiskan setidaknya fitur darurat. Alasannya, menarik biaya untuk layanan yang berpotensi menyelamatkan nyawa bisa memicu kritik publik dan regulator.
Namun untuk fitur non-darurat seperti Messages via satellite, skenario berbayar masih terbuka lebar. Operator satelit seperti Globalstar yang bermitra dengan Apple juga punya biaya operasional yang tidak kecil.
Dampak untuk Pengguna di Indonesia
Fitur satelit Apple belum tersedia resmi di Indonesia. Halaman dukungan Apple hanya mencantumkan sejumlah negara di Amerika Utara, Eropa, Australia, dan Jepang sebagai wilayah yang didukung.
Pengguna Indonesia yang membeli iPhone 14 ke atas dari pasar global tetap tidak bisa mengaktifkan fitur ini selama perangkat diaktivasi di wilayah yang tidak masuk daftar. Artinya, perpanjangan ini praktis belum berdampak langsung untuk pasar lokal.
Meski begitu, kebijakan Apple ini jadi sinyal bahwa mereka belum siap mengubah model bisnis satelit menjadi berbayar penuh. Setidaknya untuk satu tahun ke depan.
Bagi calon pembeli iPhone 18 Pro di Indonesia, fitur satelit belum jadi nilai jual utama. Yang lebih relevan justru spesifikasi kamera, chip A-series terbaru, dan dukungan update jangka panjang.