Pencarian

Belitung Resmi Jadi UNESCO Global Geopark, 17 Geosite Bisa Dijelajahi

Kamis, 24 September 2026 • 11:40:31 WIB
Belitung Resmi Jadi UNESCO Global Geopark, 17 Geosite Bisa Dijelajahi
Formasi granit Trias menjadi ikon lanskap Geopark Belitung yang resmi menyandang status UNESCO Global Geopark.

KILASKINI.COM — Pulau Belitung di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyandang status UNESCO Global Geopark berkat formasi granit Trias, terumbu karang jernih, dan hutan habitat tarsius endemik. Sebanyak 17 geosite tersebar di pulau berbentuk sepatu ini, mulai dari Bukit Peramun hingga kawasan pesisir Tanjung Kelayang. Status ini mendorong pembukaan rute penerbangan langsung baru dan pengembangan hotel ramah lingkungan di pesisir pulau.

Kabupaten Belitung menawarkan pengalaman wisata yang jarang ditemui di destinasi lain Indonesia. Pulau di lepas pantai Sumatra ini menyimpan formasi batuan granit berusia Trias, hutan konservasi tempat tarsius Belitung hidup, serta garis pantai dengan air laut yang masih sangat jernih.

Jalan aspal tipis membelah desa-desa berdaun rimbun di sepanjang pesisir. Sesekali, satu skuter melintas dengan penumpang bertumpuk. Suasananya sunyi, seolah pulau ini hanya milik Anda sendiri.

Daya Tarik Utama: Granit Purba hingga Tarsius Langka

Formasi granit Trias menjadi ikon lanskap Belitung. Batuan raksasa ini tersebar di pantai dan perbukitan, menciptakan pemandangan yang tidak ditemukan di banyak tempat lain.

Di dalam hutan Bukit Peramun, hidup tarsius Belitung yang terancam punah, burung rangkong, dan kancil. Satwa-satwa ini aktif pada malam hari dan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin melihat langsung fauna endemik.

Aktivitas yang Bisa Dilakukan

  • Trekking hutan Bukit Peramun bersama pemandu lokal menuju puncak untuk melihat matahari terbenam
  • Mengamati tarsius Belitung pada malam hari dengan pemandu bersenjata lampu inframerah
  • Menyusuri pesisir Tanjung Kelayang dengan perahu, melewati pulau-pulau kecil dan formasi batu granit
  • Mencicipi madu langsung dari sarang lebah tanpa sengat di peternakan lebah lokal
  • Berfoto di Batu Kember (Twin Rocks), batu granit yang dahulu dipakai warga lima desa sekitar untuk menentukan kedewasaan seseorang

Cara Menuju Lokasi

Belitung dapat dijangkau melalui penerbangan langsung dari Singapura yang baru dibuka, selain rute domestik dari Jakarta dan Pangkal Pinang. Dari bandara, Bukit Peramun berjarak sekitar 30 menit berkendara ke arah daratan.

Untuk menjelajahi pesisir, wisatawan bisa menggunakan jasa operator tur perahu seperti Blue Mind Experience yang mengantar tamu menyusuri kawasan Tanjung Kelayang.

Tiket Masuk & Jam Operasional

Bukit Peramun dikelola oleh masyarakat setempat seluas 60 hektare. Setiap pengunjung wajib didampingi pemandu selama berada di kawasan hutan. Informasi terkini soal tarif masuk dan jam operasional dapat dikonfirmasi melalui dinas pariwisata setempat atau pengelola geosite.

Kawasan Tanjung Kelayang Reserve membentang seluas 350 hektare di sepanjang garis pantai. Di dalamnya berdiri dua hotel ramah lingkungan, Sheraton Belitung dan Billiton Ekobeach Retreat.

Tips Berkunjung

Waktu terbaik mengunjungi Bukit Peramun adalah sore hari menjelang matahari terbenam. Setelah itu, lanjutkan pengamatan tarsius pada malam hari bersama ranger.

Bawa jaket tipis, senter, dan alas kaki tertutup untuk trekking. Saat mengamati tarsius, jaga jarak dan jangan berlama-lama—pemandu akan mengingatkan bahwa waktu bersama satwa ini harus singkat agar mereka tetap bisa mencari makan.

Pemandu lokal Jimie Afrian menegaskan komitmen warga menjaga kawasan hutan. "It may only be 60 hectares, but we will protect it," ujarnya.

Bagi wisatawan yang ingin merasakan sensasi seperti terdampar di pulau kosong, operator tur di Tanjung Kelayang menawarkan paket castaway. Perahu akan menurunkan tamu di pantai depan Sheraton, tempat Anda bisa menikmati suasana pantai yang masih sepi.

Alif Faozin, pemandu berusia 18 tahun yang baru kembali ke kampung halamannya, mengaku senang bisa memperkenalkan Belitung ke wisatawan mancanegara. Orang tuanya yang bekerja di perusahaan kelapa sawit mendukung penuh pilihan kariernya itu.

Durasi ideal menjelajahi Belitung adalah tiga hingga empat hari. Sisihkan satu hari penuh untuk trekking dan pengamatan satwa di Bukit Peramun, satu hari untuk island hopping di Tanjung Kelayang, dan sisanya untuk menikmati pantai serta kuliner lokal.

Sumber: cntraveler.com

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks