KILASKINI.COM — Enlit Asia bersama Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) resmi menutup Electricity Connect 2026 dengan enam kerja sama strategis bernilai total Rp3,3 triliun. Kesepakatan yang ditandatangani di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City itu mencakup penguatan infrastruktur energi, pengembangan teknologi bersih, peningkatan TKDN, dan akselerasi pendanaan ramah lingkungan.
Pameran energi terbesar di kawasan Asia Tenggara itu berlangsung tiga hari dan menarik lebih dari 11.000 pengunjung, 280 eksibitor, serta ratusan pakar dan pemimpin industri global. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka acara secara resmi bersama jajaran pimpinan Kementerian ESDM dan PT PLN (Persero).
Enam kerja sama strategis yang disepakati menjadi hasil konkret forum tahun ini. Nilai totalnya Rp3,3 triliun dan menyasar sejumlah area kunci transisi energi.
Rincian Enam Kerja Sama Strategis Senilai Rp3,3 Triliun
Kesepakatan tersebut mencakup penguatan infrastruktur energi, pengembangan teknologi bersih (clean technology), peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), serta akselerasi pendanaan ramah lingkungan. Kombinasi keempat area itu dinilai penting untuk mempercepat transisi energi tanpa mengorbankan rantai pasok domestik.
Ketua Pelaksana Electricity Connect 2026 sekaligus Direktur Distribusi PT PLN (Persero), Arsyadany G. Akmalaputri, menegaskan bahwa dialog selama forum tidak berhenti sebagai wacana.
"Kami melihat dinamika diskusi yang sangat konkret terkait tantangan sektor ketenagalistrikan saat ini. Bagi MKI, target utamanya adalah memastikan gagasan yang mengemuka dapat terealisasi menjadi solusi dan kerja sama nyata untuk keandalan sistem kelistrikan nasional," ujar Arsyadany.
Modernisasi Jaringan hingga Wacana Energi Nuklir Jadi Bahasan
Forum mengusung tema "Powering Regional Sovereignty, Securing Energy Systems Resilience". Sejumlah isu strategis dibahas, mulai dari modernisasi jaringan listrik, penerapan kecerdasan buatan (AI), dekarbonisasi sektor industri, pasokan listrik untuk data center, hingga wacana pengembangan energi nuklir.
Pembahasan soal pasokan listrik untuk data center menjadi relevan di tengah ekspansi infrastruktur digital kawasan. Pertumbuhan ekonomi dan cepatnya pembangunan pusat data di Asia Tenggara mendorong lonjakan kebutuhan listrik yang signifikan.
Portfolio Director Enlit Asia – Clarion Events, Simon Hoare, menilai posisi Indonesia sangat vital dalam peta transisi energi regional.
"Permintaan daya di ASEAN terus meningkat pesat seiring bertumbuhnya industri dan pusat data. Melalui ajang ini, kami mempertemukan pembuat kebijakan, operator, investor, dan penyedia teknologi secara langsung agar bertukar ide serta menciptakan koneksi yang berkelanjutan demi ketahanan energi ASEAN," ungkap Simon.
Business Matching Dorong Realisasi Proyek Energi Terbarukan
Selain sesi diskusi dan pameran teknologi di bidang pembangkitan hingga distribusi daya, acara ini memfasilitasi program business matching. Fasilitasi itu diharapkan mempercepat realisasi proyek-proyek energi terbarukan dan memperkuat kedaulatan energi di Indonesia maupun Asia Tenggara.
Bagi pelaku industri, gelaran ini menjadi titik temu antara pembuat kebijakan, operator, investor, dan penyedia teknologi. Kolaborasi lintas sektor itu dinilai krusial untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional sekaligus menarik investasi hijau masuk ke pasar domestik.
Sinergi sektor publik dan swasta menjadi sorotan utama sepanjang tiga hari pelaksanaan. Kehadiran 280 eksibitor dari berbagai negara menandakan minat pasar terhadap sektor ketenagalistrikan Indonesia masih tinggi, terutama pada segmen teknologi bersih dan infrastruktur jaringan.