KILASKINI.COM — Astrofisikawan Francis Halzen memenangkan Hadiah Nobel Fisika 2026 atas karyanya mengembangkan Observatorium Neutrino IceCube di Antartika, fasilitas yang mendeteksi partikel kosmik nyaris tak kasat mata. Komite Nobel di Stockholm menilai terobosan ini membuka cabang astronomi baru berbasis neutrino. Penghargaan disertai hadiah uang 12 juta kronor Swedia atau sekitar USD 1,2 juta.
Profesor asal Belgia yang mengajar di University of Wisconsin-Madison itu menerima kabar kemenangannya melalui sambungan telepon dari Italia. Halzen mengaku terkejut sekaligus bahagia. Ia menyebut keberhasilan proyek ini sempat diragukan banyak pihak, termasuk dirinya sendiri.
"Ketika kami memulai proyek ini, semua orang menyadari ini mungkin ide yang bagus, tapi sangat sedikit yang berpikir bahwa ini akan berhasil, termasuk saya sendiri," kata Halzen.
Neutrino menjadi inti kerja panjang Halzen selama lebih dari tiga dekade. Partikel berenergi tinggi dari luar angkasa ini membawa informasi yang membantu ilmuwan memahami galaksi jauh dan bintang yang meledak.
Mengapa Neutrino Disebut Partikel Hantu
Neutrino tiba di Bumi dari kosmos yang sangat jauh. Wujudnya tidak kasat mata, hampir tanpa massa, dan tidak bermuatan listrik. Karena sifatnya itu, neutrino mampu menembus segala jenis materi tanpa berubah.
Partikel ini bisa melintasi lingkungan paling ekstrem, mulai dari bintang, planet, hingga seluruh galaksi. Kemampuan menembus itulah yang membuat neutrino dijuluki partikel hantu.
Meski miliaran neutrino berasal dari Matahari, neutrino dari wilayah luar angkasa lain jauh lebih langka dan sulit dideteksi. Di sinilah peran IceCube menjadi krusial.
Cara IceCube Menangkap Neutrino
IceCube memanfaatkan sifat utama neutrino yang menghasilkan kilatan cahaya saat bertabrakan dengan inti atom. Kilatan itu dilacak oleh sensor yang tertanam di es glasial Antartika yang jernih.
Anggota komite Nobel, Eva Olsson, menjelaskan bahwa neutrino mentransmisikan informasi yang memungkinkan ilmuwan lebih memahami galaksi jauh dan bintang yang meledak. Penjelasan itu disampaikan pada acara penyerahan penghargaan di Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia, Stockholm.
Ketua komite Nobel, Mark Pearce, menyoroti kepemimpinan Halzen dalam proyek ini. Menurutnya, kegigihan dan visi ilmiah Halzen membuka jalan bagi jenis astronomi baru.
"Francis Halzen memimpin tim peneliti dan insinyur internasional yang memberikan kita sebuah instrumen fantastis. Kegigihan dan visi ilmiahnya membuka jalan bagi jenis astronomi baru," kata Pearce.
Perjalanan 38 Tahun dari AMANDA ke IceCube
Halzen pertama kali mempresentasikan rencana Observatorium Neutrino IceCube pada 1988. Ia membayangkan jaringan sensor luas di es Antartika yang mampu menangkap neutrino.
Ide itu berakar dari kesadaran Halzen pada 1980-an bahwa es Antartika menjadi tempat ideal untuk menjerat neutrino. Namun memasang peralatan sensitif jauh di dalam es bukan perkara mudah.
Para peneliti harus mengebor lubang sedalam satu kilometer dan menurunkan rangkaian sensor cahaya. Pendahulu IceCube, AMANDA, rampung pada 2000, tetapi gagal mendeteksi neutrino energi tinggi yang dicari Halzen.
Pengerjaan berlanjut ke IceCube, satu kilometer kubik es berisi sensor cahaya. Fasilitas ini mencapai ukuran penuhnya pada 2011 dengan 5.160 sensor cahaya yang terbagi dalam 86 kabel.
Pada 2013, tim peneliti melaporkan bukti pertama yang mendukung deteksi neutrino kosmik. Beberapa tahun kemudian, mereka mengumpulkan cukup data untuk meyakini penemuan tersebut.
Dampak ke Astronomi dan Rencana Ekspansi
Komite Nobel menyatakan IceCube akan membawa astronomi neutrino ke tingkat baru. Fasilitas ini memberi informasi tentang fenomena kosmik yang tersembunyi di balik awan debu dan objek jauh seperti lubang hitam.
Sebuah proyek perluasan IceCube tengah direncanakan. Ekspansi itu akan memungkinkan observatorium memantau delapan kilometer kubik es, jauh lebih besar dari kapasitas saat ini.
Pemimpin redaksi Physics Today, Richard Fitzgerald, menilai penghargaan tahun ini istimewa karena jarang diberikan kepada satu individu. Menurutnya, dibutuhkan tim berisi ratusan orang untuk membangun IceCube, tetapi semuanya berawal dari satu orang.
"Sudah cukup lama Hadiah Nobel tidak diberikan kepada satu individu, dan hal ini menunjukkan betapa unik visinya. Dibutuhkan tim yang terdiri dari ratusan orang untuk membangunnya, tapi semuanya berawal dari satu orang," kata Fitzgerald.
Kemenangan Halzen menegaskan posisi astronomi neutrino sebagai bidang yang semakin diperhitungkan. Ekspansi IceCube akan menjadi ujian berikutnya bagi generasi peneliti yang melanjutkan jejaknya.