KILASKINI.COM — Danantara menyiapkan langkah menambah kepemilikan saham di sejumlah badan usaha milik negara dengan fundamental kuat, setelah IHSG ditutup rontok 3,64% ke level 4.996 pada perdagangan Senin (19/10). Rencana penambahan kepemilikan itu disampaikan Kepala BP BUMN yang juga COO Danantara, Dony Oskaria, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Dony menyatakan penambahan kepemilikan saham akan difokuskan pada emiten BUMN yang fundamentalnya dinilai sehat. Pernyataan itu muncul di tengah tekanan jual yang menyeret indeks acuan di bawah level 5.000.
"Nanti akan menambah kepemilikan (saham), akan kami cek utamanya yang saham-saham bagus fundamentalnya," kata Dony, dikutip dari keterangannya di Jakarta, Senin (19/10).
IHSG Sempat Turun 5,05% di Sesi Pertama
Tekanan terhadap IHSG berlangsung sejak sesi pertama. Indeks sempat ambles 5,05% ke level 4.923 sebelum akhirnya ditutup di 4.996, turun 188,50 poin atau 3,64%.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat volume transaksi sepanjang hari itu mencapai 33,84 miliar saham dengan frekuensi 1,61 juta kali. Nilai transaksi tercatat Rp 25,02 triliun, sementara kapitalisasi pasar berada di Rp 8.863 triliun.
Saham Perbankan Besar Ikut Tertekan
Empat bank berkapitalisasi jumbo kompak melemah dan menjadi penekan utama indeks. Berikut pergerakannya:
- BBCA rontok 6,86% ke level 4.820
- BBRI anjlok 3,79% ke level 2.540
- BMRI merosot 0,88% ke level 3.360
- BBNI turun 0,34% ke level 2.960
Pelemahan saham perbankan berbobot besar itu menjelaskan mengapa penurunan indeks terasa dalam. BBCA dan BBRI sendiri menyumbang porsi signifikan terhadap kapitalisasi pasar BEI.
Dony Sebut Pelemahan Sebagai Dinamika Pasar
Menurut Dony, koreksi indeks merupakan bagian dari dinamika pasar yang wajar. Ia menegaskan fundamental ekonomi menjadi pegangan utama, bukan pergerakan harian indeks.
"Itu biasa dinamika nanti pelan-pelan (naik), yang paling penting sebetulnya fundamental kita bagus, Danantara juga nanti akan menambah kepemilikan," ujarnya.
Selain soal penambahan saham, Dony menyinggung proses demutualisasi bursa yang disebutnya berjalan baik. Langkah itu ia tempatkan sebagai bagian dari transformasi bursa secara keseluruhan.
Bursa Asia Bergerak Bervariasi
Pergerakan bursa regional pada hari yang sama tidak seragam. Nikkei Jepang turun 0,46% ke 65.026, sedangkan Shanghai Composite naik 0,39% ke 3.730.
Hang Seng menguat 0,52% ke 24.186 dan Kospi Korea tumbuh 1,76% ke 5.768. Pola ini menunjukkan tekanan di IHSG lebih bersifat domestik ketimbang imbas langsung dari sentimen kawasan.
Apa Artinya bagi Investor
Rencana Danantara menambah kepemilikan saham BUMN berfundamental kuat memberi sinyal dukungan terhadap sisi permintaan di pasar. Bagi investor, fokusnya ada pada emiten mana yang masuk kriteria "fundamental bagus" versi Danantara.
Namun sinyal itu belum disertai rincian nominal, jumlah saham, maupun jadwal eksekusi. Tanpa angka tersebut, dampaknya terhadap harga saham BUMN masih bergantung pada realisasi di lapangan.
Tekanan jual yang berlanjut akan menguji seberapa cepat rencana penambahan kepemilikan itu dieksekusi. Pasar juga akan mencermati apakah arus keluar dana asing masih berlanjut pada sesi berikutnya.