Belanja Rp5,8 Triliun Spurs Dikritik, De Zerbi: Semua Klub Ingin Bunuh Kami

Belanja Rp5,8 triliun Tottenham Hotspur di bursa transfer musim panas ini menjadi sorotan publik.
Penulis: Farah
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:05:31 WIB

Roberto De Zerbi angkat bicara di tengah kritik tajam yang menyasar belanja besar-besaran Tottenham Hotspur di bursa transfer musim panas ini. Pelatih asal Italia itu justru mengungkapkan bahwa seluruh klub Premier League menginginkan Spurs gagal musim lalu, sebuah fakta yang ia jadikan bahan bakar motivasi timnya.

"Saya tidak tahu mengapa orang tidak suka jika Tottenham menjadi lebih baik. Itu menjadi motivasi tambahan bagi kami. Musim lalu, semua klub lain ingin membunuh kami. Setiap pekan kami harus mengingat musim lalu," ujar De Zerbi, Jumat (15/8).

Dana Segar Pasca-Era Daniel Levy

Belanja Tottenham diperkirakan tembus £300 juta setelah mendatangkan Sandro Tonali (£92,5 juta), Mateus Fernandes (£85 juta), dan Jan Paul van Hecke (£52 juta). Savinho serta Omar Marmoush juga dikabarkan menyusul dari Manchester City dengan nilai masing-masing £85 juta dan £75 juta.

Ini merupakan jendela transfer tersibuk Spurs sejak 2013, ketika mereka menginvestasikan ulang dana penjualan Gareth Bale ke Real Madrid. Namun, angka musim panas ini jauh melampaui rekor belanja satu dekade lalu.

Misi Penyelamatan yang Dimulai Sejak Maret

De Zerbi mengungkapkan bahwa pembicaraan soal target transfer sebenarnya sudah dimulai pada Maret, sebelum ia resmi ditunjuk sebagai pelatih. Ia menilai perubahan besar adalah keharusan setelah dua musim beruntun Spurs berkutat di papan bawah klasemen.

"Setelah dua musim seperti yang kami jalani, kami harus mengubah suasana, mengubah semuanya sepenuhnya, dan memberi dorongan," kata pelatih berusia 47 tahun itu.

Pembelaan atas Kritik "Uang Tottenham"

De Zerbi menepis anggapan bahwa belanja besar Tottenham layak dipersoalkan. Menurutnya, tidak ada tim yang bisa bersaing di level tertinggi tanpa mengeluarkan uang besar.

"Saya sudah lama mencintai sepak bola dan saya tidak melihat tim mana pun yang bersaing di level tertinggi tanpa mengeluarkan uang. Mungkin jika Tottenham mengeluarkan uang itu menjadi masalah di Premier League? Saya tidak tahu kenapa, tapi semua tim lain juga mengeluarkan uang di masa lalu dan musim ini," tegasnya.

Ia menambahkan, "Ketika bursa transfer selesai, untuk waktu yang lama kami tidak membutuhkan banyak hal dan kami bisa bekerja sama dalam kondisi yang tepat, ke arah yang tepat, untuk membangun sesuatu yang istimewa selangkah demi selangkah—atau setidaknya bersaing di papan atas. Mungkin tidak sekarang, atau mungkin ya. Tapi kami punya skuad untuk bermain di setiap stadion."

Kapten Baru dan Grup Kepemimpinan

Di tengah hiruk-pikuk belanja pemain, Tottenham juga melakukan perubahan di ruang ganti. Micky van de Ven ditunjuk sebagai kapten klub menggantikan Cristian Romero yang hengkang ke Atlético Madrid.

De Zerbi membentuk grup kepemimpinan yang berisi Pedro Porro sebagai wakil kapten, plus Ben Davies, James Maddison, dan Archie Gray. Van de Ven dipastikan absen pada laga tandang melawan Brentford, Sabtu (16/8) malam, karena cedera.

Reporter: Farah