ABM Investama Catat Laba US$39,4 Juta, Direksi Mundur di Tengah Momentum Ekspansi
JAKARTA — PT ABM Investama Tbk (ABMM) tengah berada di persimpangan. Kinerja keuangan perusahaan tambang batubara terintegrasi ini menunjukkan akselerasi signifikan. Namun di saat bersamaan, jajaran direksi harus menghadapi dinamika internal setelah Direktur Haris Mustarto mengajukan pengunduran diri.
Manajemen mengonfirmasi telah menerima surat pengunduran diri Haris pada Rabu, 19 Agustus 2026. Sesuai regulasi OJK Nomor 33/POJK.04/2014, perseroan wajib menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) paling lambat 90 hari kalender sejak surat diterima. Artinya, keputusan final mengenai penggantian direksi akan diputuskan sebelum pertengahan November 2026.
"Tidak membawa dampak negatif apa pun terhadap kegiatan operasional harian, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan secara keseluruhan," tegas Sekretaris Perusahaan ABMM, Boogee Garystho Priyono, dalam keterbukaan informasi, Jumat (21/8).
Laba Naik 41,9%, Ditopang Volume Produksi
Rilis laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026 menunjukkan fundamental bisnis yang menguat. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$39,4 juta, naik dari US$27,7 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendorong utama pertumbuhan ini adalah volume produksi batubara (coal getting) yang naik 14% secara tahunan menjadi 17,9 juta ton. Output tertinggi disumbang tambang utama di Kalimantan Selatan, ditambah optimalisasi operasi di Aceh yang mulai terlihat hasilnya pada kuartal II-2026.
Bisnis jasa kontraktor pertambangan juga berkontribusi menjaga arus pendapatan tetap stabil. Pendapatan konsolidasian bertahan di level US$506,2 juta, sementara Adjusted EBITDA tercatat US$346,9 juta atau tumbuh 6,4% secara tahunan.
Neraca Makin Sehat, Total Aset Tembus US$2 Miliar
Struktur keuangan perseroan menunjukkan perbaikan berarti. Total liabilitas turun 5,1% menjadi US$1,16 miliar, sementara ekuitas naik 5,3% menjadi US$894,7 juta. Dengan demikian, total aset ABMM kini mencapai US$2,05 miliar per akhir Juni 2026.
Perbaikan rasio ini memberi ruang fiskal lebih lebar bagi ABMM untuk membiayai ekspansi di tengah volatilitas harga batubara global yang masih dipengaruhi tingginya harga bahan bakar.
Lo Kheng Hong Kembali Tambah Saham
Kepercayaan investor terhadap prospek ABMM tercermin dari aksi investor kawakan Lo Kheng Hong yang kembali menambah kepemilikan. Per akhir Juli 2026, koleksi sahamnya mencapai 155,88 juta lembar atau setara 5,66%, naik tipis dari 155,71 juta lembar pada bulan sebelumnya.
Komposisi pemegang saham pengendali masih dipegang PT Tiara Marga Trakindo dengan porsi 53,56% atau 1,47 miliar saham, disusul Valle Verde Pte Ltd sebesar 25,51%. Adapun saham free float berada di angka 412,40 juta lembar (14,98%) yang tersebar ke 13.693 investor.
Pekerjaan rumah ABMM kini adalah menuntaskan proses RUPS untuk mengisi kursi direksi yang kosong, sembari menjaga momentum pertumbuhan produksi di semester II-2026.