Titik Panas Sumatera Melonjak Jadi 1.589 pada Sabtu Sore, Riau Kepung Asap dan 247 Hotspot Tersebar di 12 Kabupaten Kota

Petugas memantau sebaran 247 titik panas yang tersebar di 12 kabupaten dan kota di Riau pada Sabtu sore.
Penulis: Doni
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:43:01 WIB

PEKANBARU — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru melaporkan eskalasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masif dalam hitungan jam. Data pemutakhiran hingga Sabtu sore menunjukkan tambahan 485 titik panas baru di seluruh Sumatera dibandingkan pantauan pagi hari.

Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru, Yudhistira M, mengonfirmasi bahwa Sumatra Selatan masih menjadi penyumbang terbesar dengan 796 titik. Namun perhatian utama tertuju pada Riau yang konsentrasi titik apinya menyebar hingga ke 12 kabupaten dan kota.

Pelalawan Jadi Klaster Terbanyak dengan 155 Titik Panas

Kabupaten Pelalawan tercatat sebagai wilayah paling kritis di Riau dengan sumbangan 155 titik panas, jauh melampaui daerah lainnya. Angka ini menjadikan Pelalawan sebagai klaster kebakaran terpadat di Pulau Sumatera bagian tengah.

Konsentrasi api juga terpantau signifikan di Kabupaten Indragiri Hilir dengan 50 titik dan Siak dengan 10 titik. Wilayah lain seperti Kepulauan Meranti mencatat 7 titik, Kampar 6 titik, serta Bengkalis dan Kuantan Singingi masing-masing 5 titik.

Sementara itu, Indragiri Hulu terdeteksi 3 titik, sedangkan Dumai, Rokan Hulu, dan Rokan Hilir masing-masing menyumbang 2 titik panas. Kondisi ini menunjukkan hampir tidak ada satu pun daerah di Riau yang bebas dari ancaman karhutla.

Jarak Pandang di Pekanbaru Menyusut Drastis Jadi 5 Kilometer

Dampak dari melonjaknya titik panas mulai terasa langsung di ibu kota provinsi. BMKG mengonfirmasi jarak pandang atau visibility di Pekanbaru turun hingga 5 kilometer akibat tertutup lapisan asap tebal.

Kabupaten Pelalawan juga mengalami penurunan jarak pandang menjadi 6 kilometer. Kondisi serupa mengancam wilayah sekitarnya seiring arah angin yang membawa partikel asap dari pusat-pusat kebakaran.

Wilayah Rengat di Indragiri Hulu dan Tambang di Kabupaten Kampar masih terpantau relatif aman dengan jarak pandang berkisar 8 kilometer. Namun potensi perburukan kualitas udara tetap terbuka jika titik api tidak segera tertangani.

Bagaimana Langkah Penanganan Karhutla ke Depan?

Dengan total 1.589 titik panas di Sumatera dan dominasi api di lahan gambut, tekanan terhadap upaya pemadaman semakin berat. BMKG memperkirakan potensi kabut asap akan meluas jika kondisi ini berlanjut tanpa intervensi signifikan dari tim gabungan darat maupun udara.

Masyarakat diimbau memantau perkembangan kualitas udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Data terbaru dari BMKG akan terus diperbarui mengingat dinamika titik panas yang berubah sangat cepat dalam beberapa jam terakhir.

Reporter: Doni