Vespa Super 1974 Pelat B 6008 DAS Milik Wamenag Dahnil Anzar: Ciri Khas dan Harga Pasaran

Vespa Super 150 tahun 1974 yang dikendarai Wamenag Dahnil Anzar terparkir dengan pelat nomor B 6008 DAS.
Penulis: Rendra
Senin, 24 Agustus 2026 | 12:04:31 WIB

KILASKINI.COM — Polemik Vespa bodong yang menyeret nama Dahnil Anzar bermula dari penelusuran kreator Kiswinar. Berdasarkan pelat nomor B 6008 DAS, tidak ditemukan identitas resmi kendaraan milik politisi tersebut saat dicek melalui sistem online. Namun, belakangan identitas motor ini muncul di Samsat dengan tanggal pendaftaran 24 Agustus 2026, atau setelah isu tersebut viral di publik.

Terlepas dari soal administrasi yang membelitnya, Vespa yang dikendarai Dahnil adalah lansiran 1974 dengan basis model Super. Bagi kolektor dan penggemar skuter klasik, generasi ini memiliki karakteristik yang cukup khas dibanding pendahulunya.

Perbedaan Vespa Super 150 Generasi Kedua dan Ciri Khasnya

Vespa Super generasi 1968-1979 merupakan generasi kedua dari lini Super yang sempat diproduksi. Berbeda dengan generasi pertama yang masih mengimpor penuh, varian era 1970-an ini sudah dirakit di dalam negeri. Proses perakitan lokal tersebut membuat harga jualnya lebih terjangkau bagi pasar Indonesia kala itu.

Dari segi desain, ciri paling mencolok dari Vespa Super 150 generasi ini adalah bentuk batok dan lampu depan yang trapesium. Namun, unit milik Dahnil justru memakai lampu bulat. Ada indikasi kuat bagian tersebut sudah dimodifikasi atau diganti dengan model generasi pertama yang mempertahankan lampu utama bulat.

Selain lampu, beberapa detail lain yang membedakan Super dengan model sebelumnya antara lain:

  • Logo Piaggio berbentuk kartu sekop di bagian depan, menggantikan tanda 'P' coret.
  • Mika belakang atau rumah lampu belakang diubah menjadi bentuk kotak.
  • Emblem '150 Super' terpasang di bagian belakang bodi sebagai penanda varian.

Mesin 2-Tak 150cc dengan Tenaga 7,7 HP

Vespa Super 150 generasi ini masih mengandalkan mesin berkapasitas 150cc dua langkah satu silinder. Mesin tersebut mewarisi teknologi dari generasi sebelumnya dan mampu menghasilkan tenaga sebesar 7,7 hp pada putaran mesin 5.000 rpm.

Dengan tenaga sekecil itu, kecepatan tertinggi yang bisa diraih motor ini mencapai 90 km per jam. Meski sederhana untuk standar modern, angka tersebut cukup mumpuni di zamannya untuk mobilitas dalam kota maupun perjalanan antar kota.

Banderol Vespa Super 150 Lawas di Pasaran

Harga Vespa Super 150 keluaran 1970-an di pasar jual beli online sangat bervariasi. Fluktuasi harga ditentukan oleh beberapa faktor utama seperti kondisi fisik, tingkat orisinalitas komponen, serta kelengkapan surat dan status pajak kendaraan.

Mayoritas pemilik yang melego motor klasik ini memasang banderol di atas Rp20 juta. Namun, untuk unit yang sudah mengalami restorasi total dengan kondisi mulus dan surat lengkap, harganya bisa jauh lebih tinggi. Sebaliknya, unit yang membutuhkan perbaikan besar atau suratnya bermasalah biasanya ditawarkan dengan harga lebih rendah.

Kasus Vespa Dahnil ini menjadi pengingat bagi kolektor motor klasik bahwa keaslian surat dan kesesuaian nomor rangka dengan data Samsat adalah hal krusial. Ke depannya, pembeli Vespa lawas disarankan melakukan pengecekan mandiri melalui aplikasi atau situs resmi Samsat sebelum transaksi untuk menghindari potensi masalah hukum di kemudian hari.

Reporter: Rendra