Pencarian

Skandal Pencurian Chip Samsung Terkuak, CXMT Diduga Bajak Cetak Biru DRAM

Senin, 24 Agustus 2026 • 14:03:01 WIB
Skandal Pencurian Chip Samsung Terkuak, CXMT Diduga Bajak Cetak Biru DRAM
Mantan teknisi senior Samsung, Jeon, memberikan kesaksian di pengadilan Seoul terkait dugaan pembocoran cetak biru DRAM ke CXMT.

KILASKINI.COM — Peta industri semikonduktor global dihebohkan dengan terkuaknya dugaan pencurian teknologi yang melibatkan produsen DRAM terbesar China. ChangXin Memory Technologies (CXMT), yang kini berstatus sebagai perusahaan paling berharga di Negeri Tirai Bambu, diduga membangun fondasi produksinya di atas cetak biru rahasia milik Samsung Electronics.

Pengakuan mengejutkan ini disampaikan langsung oleh mantan teknisi senior Samsung bermarga Jeon di bawah sumpah di pengadilan Seoul pekan lalu. Pria yang mengabdi hampir tiga dekade di Samsung sebelum membelot ke perusahaan pesaing pada 2016 itu mengungkap fakta yang selama ini menjadi misteri industri.

Fasilitas Tanpa Laboratorium, Target Langsung Dokumen Rahasia

Kesaksian Jeon menggambarkan kondisi awal CXMT yang jauh dari kata ideal. Perusahaan disebut sama sekali tidak memiliki fasilitas laboratorium dasar dan tidak pernah berniat melakukan riset mandiri sejak awal berdiri.

Alih-alih memulai dari nol, para petinggi perusahaan langsung mengincar dokumen super rahasia milik Samsung yang dikenal sebagai Process Recipe Plan. Dokumen ini merupakan panduan manufaktur yang sangat presisi, memuat sekitar 600 langkah detail mulai dari suhu operasional hingga tekanan peralatan pabrik.

Keberadaan dokumen ini membuat teknisi di lapangan tidak perlu lagi menebak-nebak cara memproduksi komponen. Sebagai gambaran, Samsung sendiri membutuhkan waktu lima tahun dan dana lebih dari USD 1 miliar (sekitar Rp 15 triliun) hanya untuk merumuskan spesifikasi chip memori 18-nanometer tersebut.

Modus Rekrutmen Massal dan Lonjakan Produksi yang Mencurigakan

Jaksa penuntut meyakini CXMT sengaja merekrut sekelompok mantan pekerja Samsung dengan tujuan tunggal: membajak seluruh data penting tersebut. Jeon sendiri telah dijatuhi hukuman penjara tujuh tahun oleh hakim pada April lalu atas perannya dalam skandal ini.

Hasilnya memang fantastis. Pada 2023, CXMT berhasil memproduksi massal chip memori canggih. Kapasitas produksinya melonjak tajam dari 40 ribu menjadi 720 ribu wafer hanya dalam kurun waktu beberapa tahun, membuat posisinya mulai menempel ketat pabrikan raksasa Amerika Serikat, Micron.

Ancaman Sanksi Dagang dan Dampak ke Pasar Global

Otoritas Korea Selatan tidak tinggal diam. Akhir tahun lalu, jaksa telah mendakwa sepuluh orang atas tuduhan pembocoran teknologi nasional secara ilegal.

Bagi Samsung, pembuktian di meja hijau ini bisa menjadi senjata ampuh untuk menyerang balik. Para pakar hukum meyakini raksasa teknologi Korsel tersebut bisa membawa kesaksian di bawah sumpah ini langsung ke Komisi Perdagangan Internasional Amerika Serikat (US ITC). Badan tersebut memiliki wewenang penuh untuk memblokir produk asing agar tidak dapat memasuki pasar Amerika Serikat secara keseluruhan.

Jika sanksi tersebut terealisasi, rantai pasok chip memori global akan mengalami guncangan besar. Harga DRAM di pasar internasional berpotensi naik, dan dampaknya bisa terasa hingga ke perangkat gaming yang banyak beredar di Indonesia, mulai dari smartphone Mobile Legends hingga konsol dan PC gaming.

Sumber: inet.detik.com

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks