Pertamina Patra Niaga Isi BBM Airbus A380 Emirates di Bandara Soekarno-Hatta

Pertamina Patra Niaga mengisi bahan bakar pesawat Airbus A380 Emirates sebanyak 92.901 liter di Bandara Soekarno-Hatta.
Penulis: Farah
Selasa, 25 Agustus 2026 | 10:05:31 WIB

KILASKINI.COM — Untuk penerbangan Emirates dengan nomor EK359 rute Jakarta–Dubai, Pertamina Patra Niaga berhasil melakukan pengisian bahan bakar dengan volume mencapai 92.901. Proses pengisian ini berjalan lancar dan memenuhi standar internasional yang dipersyaratkan maskapai asal Uni Emirat Arab tersebut.

Uji Nyata Kapasitas Operasional

Pengisian BBM pada Airbus A380 bukan perkara sederhana. Pesawat superjumbo ini membutuhkan volume bahan bakar yang jauh lebih besar dibanding pesawat pada umumnya, sehingga memerlukan perencanaan dan eksekusi yang presisi dari tim teknis di lapangan.

Keberhasilan ini menjadi sinyal positif bagi Pertamina Patra Niaga dalam memperkuat posisinya sebagai penyedia jasa pengisian bahan bakar pesawat di bandara-bandara utama Indonesia. Kemampuan melayani pesawat sekelas A380 menunjukkan bahwa infrastruktur dan sumber daya manusia yang dimiliki sudah setara dengan standar global.

Dampak bagi Industri Penerbangan Nasional

Dengan terbuktinya kesiapan ini, maskapai internasional yang mengoperasikan pesawat berbadan lebar tidak perlu ragu untuk menjadikan Bandara Soekarno-Hatta sebagai hub atau titik persinggahan. Hal ini berpotensi meningkatkan frekuensi penerbangan internasional yang masuk ke Indonesia.

Bagi Pertamina Patra Niaga, keberhasilan ini juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan maskapai-maskapai asing. Layanan pengisian bahan bakar yang andal menjadi salah satu faktor kunci yang dinilai maskapai saat memilih bandara untuk operasional mereka.

Kedepannya, Pertamina Patra Niaga diharapkan terus meningkatkan kapasitas layanan aviasi di berbagai bandara di Indonesia, seiring dengan pertumbuhan lalu lintas penerbangan domestik maupun internasional yang terus meningkat. Keberhasilan menangani Airbus A380 Emirates menjadi tolok ukur penting bagi kesiapan industri aviasi nasional dalam melayani pesawat-pesawat generasi terbaru.

Reporter: Farah