Bahlil: Program PLTS 100 GW Bukti Kolaborasi Tanpa Pandang Afiliasi Partai

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyampaikan sambutan dalam peluncuran proyek PLTS di Denpasar, Bali.
Penulis: Galih
Selasa, 25 Agustus 2026 | 18:02:31 WIB

KILASKINI.COM — Kelakar bernada politik itu dilontarkan Bahlil di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Bali I Wayan Koster saat seremoni peluncuran proyek PLTS di Denpasar. Ketua Umum Partai Golkar itu mengaku sempat bercanda dengan Koster, yang merupakan politisi PDIP, soal pengelolaan negara yang tidak seharusnya melihat latar belakang partai.

"Jadi tadi saya sempat guyon dengan Pak Gubernur, mengelola negara ini jangan lihat warna. Presiden kita Ketua Umum Gerindra, menterinya adalah Ketua Umum Golkar. Tapi eksekusi program PLTS di kandang merah," ujar Bahlil dalam sambutannya.

Hemat 0,6 Juta Kiloliter Solar per Tahun

Di balik candaan tersebut, Bahlil menegaskan bahwa implementasi proyek strategis nasional ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antarunsur pemerintahan. Ia menyebut program ini terlaksana tanpa memandang afiliasi politik, dan berharap semangat serupa dapat ditularkan ke seluruh kader partai politik di Indonesia.

"Ini sebagai bentuk kolaborasi yang paten. Mudah-mudahan pikiran Pak Gubernur ini terilhami oleh semua kader partai politik lain di bangsa kita," katanya.

Proyek PLTS berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) ini ditargetkan menjadi tulang punggung transisi energi nasional. Bahlil memaparkan, saat ini kebutuhan listrik Pulau Bali sebesar 1.000 megawatt masih ditopang oleh pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). Dengan hadirnya PLTS, pemerintah optimistis dapat menghemat konsumsi solar hingga 0,6 juta kiloliter setiap tahunnya.

Prabowo: Bangsa yang Berdiri di Atas Kaki Sendiri

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan. Kepala Negara menyebut proyek PLTS ini sebagai langkah strategis menuju kemandirian energi, sejalan dengan visi Indonesia yang mampu berdiri di atas kaki sendiri.

Peluncuran proyek di Bali sendiri dinilai memiliki nilai simbolis kuat. Provinsi tersebut selama ini menjadi lumbung suara PDIP, partai yang kini berada di luar koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran. Namun, kehadiran Koster dalam acara ini menunjukkan adanya komunikasi politik yang tetap terjaga antara pemerintah pusat dan daerah.

Bahlil yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar terlihat akrab berdialog dengan Koster sebelum acara dimulai. Momen tersebut sekaligus meredam spekulasi tentang adanya ketegangan antara pemerintah pusat dan provinsi yang dipimpin oleh kader partai oposisi tersebut.

Proyek PLTS 100 GWp merupakan bagian dari target pemerintah mencapai net zero emission pada 2060. Selain di Bali, pemerintah disebut tengah menyiapkan sejumlah lokasi lain untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga surya berskala besar dalam beberapa tahun mendatang.

Reporter: Galih