Parenting Anak Usia Dini: Cara Kodam V/Brawijaya Perkuat Sinergi Orang Tua
KILASKINI.COM —
Mengapa Sinergi Ayah dan Ibu Menentukan Tumbuh Kembang Anak?
Keluarga besar Kodam V/Brawijaya baru-baru ini menggelar kegiatan Parenting Hybrid bertema “Penguatan Hubungan Suami Istri dan Sinergitas Pola Asuh dalam rangka Membentuk Anak Berakhlak, Cerdas dan Mandiri” di Balai Prajurit Makodam V/Brawijaya, Surabaya, Senin (24/8/2026). Acara yang dihadiri 150 peserta ini menegaskan bahwa peran ayah dan ibu saling melengkapi, bukan berjalan sendiri-sendiri.Ketua Persit KCK Daerah V/Brawijaya, Ibu Vira Rudy Saladin, menekankan bahwa pembentukan karakter anak berawal dari lingkungan keluarga. Nilai moral, sopan santun, kejujuran, dan tanggung jawab tidak bisa diajarkan hanya lewat nasihat, melainkan melalui keteladanan dan pembiasaan sehari-hari.
Mengenal Neuroparenting: Mendidik Anak Sesuai Cara Kerja Otaknya
Sesi utama dalam kegiatan tersebut menghadirkan dr. Aisah Dahlan, CM.NLP., CCHt., CI., yang membawakan materi seputar neuroparenting. Pendekatan ini mengajak orang tua memahami bahwa setiap anak memiliki karakter dan kebutuhan berbeda. Pola pengasuhan yang kaku dan seragam seringkali tidak efektif karena otak anak memproses informasi dengan cara unik.Orang tua diajak untuk menciptakan lingkungan emosional yang positif. Interaksi langsung, komunikasi yang lembut dan konstruktif, serta pembiasaan konsisten menjadi kunci utama. Ini bukan sekadar teori; ini panduan praktis untuk menghadapi anak yang tantrum, susah makan, atau malas belajar.
Ketegasan Tanpa Kekerasan: Kunci Membangun Anak Percaya Diri
Salah satu poin penting yang dibahas adalah perbedaan antara ketegasan dan kekerasan. Banyak orang tua keliru mengira bahwa mendidik disiplin harus dengan nada keras atau hukuman fisik. Padahal, materi menegaskan bahwa ketegasan tidak identik dengan kekerasan.Kelembutan yang disertai batasan dan pembentukan tanggung jawab justru membuat anak tumbuh percaya diri. Anak belajar memahami konsekuensi dari tindakannya tanpa merasa terintimidasi, sehingga ia siap menghadapi lingkungan sosial yang lebih luas.
Komunikasi Efektif dan Pengendalian Emosi Orang Tua
Materi juga menyoroti pentingnya komunikasi dalam keluarga dan pengendalian emosi orang tua. Sebelum menuntut anak berperilaku baik, orang tua perlu memastikan dirinya dalam kondisi tenang dan siap mendengarkan. Sesi tanya jawab yang mengikuti pemaparan materi menjadi momen bagi para peserta untuk berkonsultasi langsung mengenai tantangan pengasuhan yang mereka hadapi.Kegiatan yang ditutup dengan doa ini merupakan bagian dari upaya Kodam V/Brawijaya memperkuat ketahanan keluarga prajurit. Fondasi keluarga yang kuat dinilai sebagai unsur pendukung utama kelancaran tugas. Bagi para ibu muda di luar sana, pesan dari acara ini sederhana: bangun komunikasi terbuka dengan pasangan, selaraskan visi pengasuhan, dan jadilah orang tua yang hadir sepenuhnya untuk anak.