Lexus ES Hybrid vs Toyota Crown 2027: Sama di Bawah Kulit, Beda Jauh di Harga
KILASKINI.COM — Perang saudara di internal Toyota Group kali ini menarik untuk dibedah. Lexus ES Hybrid dan Toyota Crown 2027 sama-sama mengusung sedan hybrid empat pintu, berbagi platform, dan jantung pacu yang identik. Namun, cara keduanya diposisikan di pasar menghasilkan kesimpulan yang tidak terduga: mobil dengan badge mainstream justru tampil lebih mewah di beberapa aspek penting.
Dimensi: Lexus Lebih Panjang, Crown Lebih Tinggi
Lexus ES unggul dalam urusan dimensi. Wheelbase-nya kini mencapai 116,1 inci—hampir tiga inci lebih panjang dari generasi sebelumnya—dan total panjang bodi 202,4 inci. Crown berada di bawahnya dengan wheelbase 111,2 inci dan panjang 196,1 inci. Menariknya, Crown justru lebih tinggi secara visual karena gaya desainnya yang semi-crossover, meski angka resminya menyebut ES lebih tinggi 4,3 inci.Kabin: Toyota Justru Lebih "Lexus" dari Lexus
Di sinilah kejutan terbesar berada. Toyota membanderol seluruh varian Crown dengan jok kulit asli, sementara semua trim ES Hybrid hanya mendapat material sintetis—kecuali versi EV di trim tertinggi. Kursi belakang berpemanas juga menjadi standar di Crown, fitur yang sama sekali tidak ada di daftar opsi ES.Urusan ruang kepala, keunggulan ES hanya tipis: 38,3 inci di depan dan 37,8 inci di belakang, unggul 0,1 dan 0,3 inci dari Crown. Legroom depan justru dimenangkan Toyota (42,1 inci vs 41,9 inci), sedangkan ES membalas di baris kedua dengan selisih 0,8 inci. Layar sentuh tengah ES lebih besar (14,0 inci vs 12,3 inci), dan desain interior Lexus memang terlihat lebih bersih dan elegan.
Bagasi: Kekalahan yang Sulit Diterima
Dengan dimensi lebih besar, ekspektasi ruang kargo ES pasti tinggi. Kenyataannya, bagasi Crown menawarkan 15 kaki kubik, sementara ES hanya 13 kaki kubik. Lebih parah lagi, kursi belakang Crown bisa dilipat 60/40 untuk fleksibilitas tambahan, sedangkan jok belakang ES mati total. Keunggulan panjang wheelbase Lexus nyaris tidak terasa di kompartemen barang.Performa dan Efisiensi: Satu Mesin, Dua Karakter
ES350h hadir dengan total output 244 hp, tersedia dalam varian FWD atau AWD. Crown memakai sistem hybrid dasar yang sama dengan tenaga sedikit lebih rendah (236 hp), tapi sudah standar AWD. Pilihan menarik ada di trim Platinum Crown yang dibekali Hybrid Max 340 hp—mampu melesat 0-100 km/jam dalam 5,1 detik, jauh lebih cepat dari varian dasar yang butuh 7,2 detik.Efisiensi jadi medan kemenangan Lexus. ES Hybrid FWD tercatat 48/44 mpg (kota/jalan tol), versi AWD 47/42 mpg. Crown dasar hanya 42/38 mpg dan Hybrid Max turun drastis ke 29/32 mpg. Dalam pengujian jalan tol 75 mph dunia nyata, Crown lama mencatat 42 mpg dan Hybrid Max 32 mpg—angka yang tetap di bawah Lexus.
Verdict: Pilih Berdasarkan Prioritas, Bukan Badge
Keputusan akhir kembali ke kebutuhan. Crown adalah pilihan rasional untuk mereka yang mengutamakan nilai: harga lebih murah sekitar USD 8.000 (Rp 128 juta), AWD standar, kulit asli, kursi belakang berpemanas, bagasi lebih luas, dan opsi tenaga Hybrid Max yang jauh lebih bertenaga. Kekurangannya, efisiensi BBM kalah dan desain interior tidak sehalus Lexus.ES Hybrid tetap punya alasan kuat untuk dipilih: konsumsi BBM terbaik di kelasnya, kabin lebih senyap dan mewah secara visual, legroom belakang lebih lapang, serta layar sentuh lebih besar. Semua itu harus dibayar dengan harga lebih mahal, material jok sintetis, dan bagasi yang justru lebih kecil. Untuk pasar Indonesia, pertimbangan utama juga soal ketersediaan layanan purna jual dan harga OTR yang akan jauh lebih tinggi dari angka USD—calon pembeli wajib menghitung ulang apakah keunggulan efisiensi BBM mampu menutup selisih harga beli yang signifikan.